Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, aktivis buruh yang dikenal sebagai simbol keberanian dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Marsinah lahir di desa Nglundo, Jawa Timur, dan tumbuh dalam keluarga sederhana namun penuh semangat. Setelah merantau ke Surabaya, Marsinah bekerja di PT Catur Putra Surya di Porong, di mana ia menyaksikan ketidakadilan yang dialami rekan-rekan kerjanya. Pada tahun 1993, Marsinah terlibat dalam aksi mogok kerja menuntut kenaikan upah dan pembubaran SPSI di tingkat pabrik. Meski aksinya berhasil mendapatkan sebagian tuntutan, Marsinah akhirnya ditemukan tewas dengan luka dan bekas penyiksaan yang menyiratkan kekerasan yang kejam. Meskipun motif kematian Marsinah masih menjadi misteri hingga sekarang, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah menegaskan betapa pentingnya perjuangannya untuk hak-hak buruh. Nama Marsinah terus dikenang sebagai inspirasi bagi para pekerja untuk berjuang demi martabat dan hak mereka.
