Ahli transisi energi dan CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menekankan pentingnya pemerintah menetapkan regulasi untuk mempromosikan penggunaan semen rendah karbon dalam proyek yang didanai oleh negara. Langkah ini dianggap sebagai langkah menuju emisi nol bersih pada tahun 2060. Fabby mencatat bahwa meskipun semen rendah karbon sudah tersedia di pasar, namun penggunaannya masih terbatas karena kurangnya permintaan dan regulasi yang mendukung. Untuk itu, Fabby menyoroti perlunya regulasi yang jelas untuk mendorong penggunaan semen ramah lingkungan ini.
Fabby juga menekankan pentingnya insentif pajak dan penciptaan permintaan dari pemerintah untuk mempercepat adopsi produk rendah karbon. Beliau menyarankan agar pemerintah memimpin transisi ini dengan mewajibkan standar material hijau dalam proyek konstruksi berbasis publik. Selain itu, Fabby mengapresiasi langkah Kementerian Perindustrian yang telah menyusun roadmap dekarbonisasi industri hingga tahun 2050, dan mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang harus segera mengadopsi teknologi rendah emisi.
Dalam upaya menuju emisi nol bersih, Fabby menegaskan bahwa pihak industri juga harus proaktif dalam mempelajari implementasi teknologi rendah emisi. Beliau menyoroti pentingnya transisi industri semen, besi, baja, petrokimia, kimia, dan kaca ke teknologi yang lebih ramah lingkungan. Dengan dorongan yang tepat dari pemerintah serta keterlibatan aktif dari pihak industri, diharapkan Indonesia dapat mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060.
