Di tahun 2026, sektor jasa pertambangan diprediksi tetap akan menghadapi tantangan yang kompleks dan tidak menentu. Tingkat produktivitas yang tinggi dan keandalan dalam pelayanan menjadi fokus penting di industri pertambangan Indonesia. Untuk menghadapi dinamika ini, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) mengumumkan transisi kepemimpinan guna memperkuat fokus pada eksekusi dan keunggulan operasional di tengah kondisi industri yang menantang.
Ronald Sutardja ditunjuk sebagai Direktur Utama BUMA efektif 1 Januari 2026, menggantikan Indra Kanoena. Langkah ini didasari oleh keinginan untuk mendukung eksekusi yang konsisten dalam situasi industri yang tidak mudah. Penunjukan Ronald Sutardja yang sebelumnya telah berhasil memimpin BUMA dari tahun 2014 hingga 2021, mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperkuat disiplin eksekusi dan keselarasan antara Grup dan unit bisnis operasionalnya.
Dewan Komisaris juga menyetujui sejumlah perubahan kepemimpinan lainnya untuk memastikan kesinambungan, menjaga wawasan operasional, dan mempertajam fokus BUMA dalam menjaga stabilitas operasional. Dengan fokus pada operasi yang aman dan andal serta pemenuhan layanan konsisten bagi klien, BUMA terus memperkuat fondasi perusahaan untuk menghadapi tantangan industri dengan percaya diri dan mencapai kinerja jangka panjang yang berkelanjutan.
