Pada Senin, 12 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan menguat 55 poin atau 0,62 persen di level 8.991 pada awal perdagangan. Menurut Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG berpotensi untuk terus menguat dalam perdagangan hari ini asalkan dapat bertahan di level support 8.900. Di pasar Asia, mayoritas indeks mengalami kenaikan pada Jumat pekan sebelumnya, dengan investor menantikan rilis data non-farm payrolls AS serta kemungkinan keputusan Mahkamah Agung AS mengenai tarif Presiden Donald Trump.
Di antara indeks Asia, Nikkei 225 Jepang naik 1,61 persen, Topix menguat 0,85 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,19 persen, Kospi Korea Selatan meningkat 0,75 persen, dan CSI 300 China menguat 0,45 persen. Namun, Taiex Taiwan turun 0,24 persen dan ASX 200 Australia melemah 0,03 persen. Selain itu, Straits Times naik 0,12 persen dan FTSE Malaysia menguat 1,02 persen.
Pasar Asia juga akan memantau sejumlah data yang akan dirilis, seperti inflasi dan harga produsen China, indeks kepercayaan konsumen Indonesia, dan produksi manufaktur Malaysia. Investor juga tertarik pada perselisihan antara China dan Jepang terkait kontrol ekspor barang-barang dwiguna. Meskipun ada laporan pekerjaan AS yang melemah dari perkiraan, ini tidak banyak mengubah ekspektasi penurunan suku bunga dari The Fed tahun ini. Meski pertumbuhan lapangan kerja AS melambat, tingkat pengangguran menjadi 4,4 persen menunjukkan keadaan pasar tenaga kerja yang stabil. Indeks utama bursa saham Wall Street juga ditutup menguat pada Jumat lalu, dengan kenaikan indeks S&P 500 yang mencapai all time high.
