Band metalcore REVIND asal Mojokerto merilis single ketiga bertajuk “Darkest Hour” pada 16 Januari 2026. Single ini merupakan lanjutan perjalanan musik band setelah merilis “Hands of Hope” pada Juli 2025 dan menegaskan arah konseptual mereka menuju album debut. Diciptakan oleh Riza Novandra, “Darkest Hour” mengangkat sisi gelap dan emosional REVIND, menceritakan tentang kesepian, kehilangan arah, dan konflik batin. Lagu ini menyoroti kondisi mental yang rapuh dan penuh tekanan. REVIND menggunakan intensitas sebagai bahasa utama dalam lagu ini, menyampaikan pesan tentang perjuangan mencari jalan pulang di tengah kekacauan pikiran. Secara musikal, “Darkest Hour” tetap mengusung karakter metalcore yang agresif, dengan riff gitar keras, scream emosional, dan chorus melodik yang kuat, menghasilkan dinamika antara amarah dan kerentanan. Kolaborasi dalam proses kreatif single ini dilakukan dengan produser Edwin Satria dan rekaman di Rmera Studio. Mixing dan mastering oleh Awang Pratama di Torch Production Studio serta karya seni oleh Ari Eka Kurnia Putra. REVIND juga memasukkan unsur orkestra dalam “Darkest Hour” sebagai elemen tambahan, menyuguhkan nuansa lebih megah tanpa kehilangan identitas metalcore. Single ini merupakan bagian dari persiapan menuju album debut ‘Chronosphere’. Setelah “Darkest Hour”, REVIND akan merilis single keempat “Forever Still” sebelum resmi memperkenalkan album debut. Band ini terdiri dari Riza Novandra, Aris Wahyudianto, Awang Pratama, Eka Ari Kurnia Putra, dan Edwin Satrio Prabowo. Mereka terinspirasi oleh band metal internasional seperti As I Lay Dying, Lamb of God, dan Killswitch Engage. REVIND menerapkan filosofi musik “The Beauty of Chaos” untuk menghadirkan keindahan di tengah kekacauan. Single “Darkest Hour” akan dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital mulai 16 Januari 2026, menandai fase baru dalam perjalanan REVIND menuju album debut ‘Chronosphere’.
