Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menyelaraskan tiga mesin pertumbuhan utama. Ketiga mesin pertumbuhan tersebut adalah fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Purbaya berharap agar ketiganya bisa bergerak sejalan dan saling mendukung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Di sektor fiskal, pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan belanja negara agar dilaksanakan secara tepat waktu, sasaran, dan bebas dari kebocoran. Sedangkan di sektor keuangan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral agar kebijakan moneter sejalan dengan kebijakan fiskal. Selanjutnya, dari sisi investasi, pemerintah telah membentuk satuan tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk mengatasi hambatan investasi melalui penyelesaian rutin. Semua instrumen ini akan dioptimalkan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 dengan fokus pada delapan agenda prioritas. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ditujukan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, dan meningkatkan produktivitas nasional. Dengan proyeksi defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), pemerintah berupaya untuk menjaga keseimbangan keuangan negara dengan tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang sehat.
