Penipuan digital semakin berkembang seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dalam dunia maya. Salah satu modus penipuan yang kini menjadi perhatian adalah love scam atau penipuan dengan kedok hubungan asmara. Kejahatan ini memanfaatkan perasaan cinta, empati, dan kepercayaan korban untuk tujuan finansial. Love scam tidak hanya terjadi di negara maju, tetapi juga semakin marak di Indonesia.
Pelaku sering menggunakan aplikasi kencan dan media sosial untuk menjalin komunikasi intens dengan korban tanpa perlu bertemu langsung. Fenomena ini sudah tidak lagi hanya beroperasi secara individual, tetapi juga dilakukan secara terorganisir, bahkan lintas negara, meningkatkan risiko bagi keamanan transaksi digital.
Love scam merupakan modus penipuan daring di mana pelaku berpura-pura menjalin hubungan romantis dengan korban untuk mendapatkan keuntungan finansial. OJK mengidentifikasi penipuan berbasis hubungan asmara sebagai tren kejahatan siber yang semakin mengkhawatirkan, yang juga terjadi di Indonesia dengan adanya sindikat love scam di Yogyakarta.
Melalui kloning aplikasi kencan online, para pelaku menggunakan identitas palsu untuk memikat korban dan meminta mereka untuk melakukan transaksi keuangan guna mengirimkan hadiah virtual. Sindikat ini banyak membidik korban dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Kejahatan ini memiliki risiko lintas negara yang tinggi, memperlihatkan betapa seriusnya dampak dari love scam di era digital saat ini.
