Pada 6 Februari 2026, group neo-psikedelia Yoko City Ghost merilis single terbaru mereka berjudul “Malari 74” bekerja sama dengan label Demajors. Lagu ini menjadi pengantar menuju album kedua mereka yang rencananya akan dirilis tahun ini. Dengan tema berbasis peristiwa tragis Malapetaka 15 Januari 1974, Yoko City Ghost mencoba mencerminkan estetika retrofuturisme dan nuansa distopia dalam karyanya.
Band ini mengaku terpikat oleh atmosfer dekade 1970-an dan menggambarkan diri mereka sebagai entitas yang menjelajah antara masa lalu dan masa kini. Dalam single “Malari 74,” mereka mencoba menggabungkan elemen sejarah dengan sentuhan modern neo-psikedelik, menciptakan ruang dengar yang memperlihatkan perpaduan dua era berbeda.
Kehadiran vokalis baru, Tony Ruin, juga memberikan nuansa segar pada Yoko City Ghost tanpa meninggalkan akar musikal grup tersebut. Dalam persiapan menuju album kedua bertajuk “Back to Earth,” band ini menjanjikan eksplorasi yang lebih berani dalam produksi dan penulisan lagu mereka.
Dengan formasi saat ini, Yoko City Ghost terus mengembangkan identitas suara mereka yang memiliki akar pada masa lalu namun diarahkan ke arah kontemporer. Melalui single “Malari 74,” grup ini mengajak pendengar untuk menjelajahi lanskap sonik baru yang mereka ciptakan, menampilkan kombinasi tema-tema khas mereka dalam sebuah karya musik berani.
Dari Kota Medan, Yoko City Ghost memberikan sinyal kuat bahwa album kedua mereka akan menjadi tonggak penting dalam perkembangan kreatif mereka, menegaskan eksistensi mereka dalam kancah musik indie Indonesia.
