Penguatan ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadilan dianggap sebagai kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Pendapat ini disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, dalam sebuah audiensi yang membahas tema Ekonomi Syariah Inklusif, Berkeadilan, Indonesia Maju Sejahtera. Menurut Ibas, ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan sistem keuangan berbasis prinsip Islam, tetapi juga berperan penting dalam pemerataan ekonomi yang bisa memperkuat masyarakat kecil serta pelaku usaha daerah.
Ibas juga menegaskan bahwa ekonomi syariah harus memungkinkan pemberdayaan masyarakat dari bawah. Ketika UMKM dan ekonomi rakyat mampu berkembang, maka keluarga, daerah, bahkan bangsa secara keseluruhan akan semakin kuat. Namun, tantangan utama yang masih dihadapi dalam pengembangan ekonomi syariah adalah rendahnya literasi keuangan, keterbatasan akses pembiayaan, dan kurang optimalnya integrasi antara dunia pendidikan, lembaga keuangan, serta pelaku usaha.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, kolaborasi lintas sektor dianggap sangat penting agar ekonomi syariah benar-benar inklusif. Sebagai langkah nyata, Ibas menyoroti urgensi kemudahan akses modal bagi UMKM melalui skema pembiayaan syariah dan Kredit Usaha Rakyat. Selain itu, negara juga terus mendorong kebijakan pembiayaan dengan bunga rendah serta prosedur yang lebih sederhana agar para pelaku usaha kecil dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pentingnya peningkatan literasi keuangan, pendampingan usaha, serta pembentukan komunitas pendamping bagi masyarakat yang ingin mengakses pembiayaan perbankan juga disoroti oleh Ibas. Ia juga mendesak lembaga pendidikan untuk tidak hanya mencetak lulusan akademis, melainkan generasi yang siap berwirausaha berbasis nilai syariah. Ibas berpendapat bahwa para pemuda harus berani menciptakan usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat, sehingga kampus, dosen, dan pelaku usaha diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam edukasi ekonomi syariah.
