Pemerintah telah bersiap menghadapi dampak konflik Iran terhadap pasokan dan harga BBM nasional, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Stok energi dan skenario fiskal telah dipersiapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi meskipun gangguan besar mungkin terjadi jika tidak ada suplai dalam waktu yang cukup lama. Purbaya menyatakan bahwa harga minyak mentah hingga 92 dolar AS per barel masih bisa ditangani oleh anggaran negara. Meskipun harga minyak dunia telah naik, Indonesia sebagai negara pengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari harus menyikapi dampak kenaikan harga tersebut. Kenaikan harga minyak dunia juga memberikan potensi pendapatan tambahan bagi Indonesia, tetapi perhitungannya harus dilakukan dengan hati-hati terkait dengan subsidi energi di dalam negeri. Selain itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga melakukan perhitungan mengenai dampak harga minyak dunia terhadap APBN 2026 dan menyoroti peran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam mendorong Amerika Serikat untuk berperang melawan Iran. Menurutnya, harga minyak saat ini diatas asumsi makro dalam APBN 2026, yang akan memberikan tambahan pendapatan bagi Indonesia namun juga membebani APBN dengan potensi pembengkakan subsidi energi.
