Model Kerja Hybrid: Standar Baru Dunia Kerja
Pandemi telah merubah lanskap kerja di seluruh dunia. Model kerja hybrid, yang menggabungkan antara bekerja dari kantor dan bekerja dari rumah, kini semakin mendapatkan perhatian sebagai standar baru di dunia kerja. Namun, keberhasilan karier seseorang tidak hanya ditentukan oleh fleksibilitas bekerja dari mana saja, namun juga bagaimana karyawan memanfaatkan waktu saat berada di kantor.
Keberhasilan Karier dan Interaksi di Kantor
Laporan terbaru dari ACCA menunjukkan bahwa mayoritas pekerja lebih memilih sistem kerja hybrid dibandingkan bekerja sepenuhnya dari kantor atau secara jarak jauh. Meski begitu, interaksi langsung di kantor masih dianggap penting. Banyak responden menyatakan bahwa interaksi langsung dengan rekan kerja dan pimpinan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan karier, terutama dalam hal kolaborasi, visibilitas, dan peluang promosi.
Preferensi Kerja Hybrid di India
ACCA juga mengungkapkan bahwa sebanyak 79% responden di India lebih menyukai sistem kerja hybrid, angka yang sedikit di atas rata-rata global sebesar 75%. Dari responden di India, sebanyak 53% dari mereka saat ini bekerja dengan model hybrid, angka yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai menyesuaikan kebijakan kerja dengan preferensi karyawan.
Para ahli yang terlibat dalam diskusi ACCA menyatakan bahwa model kerja hybrid merupakan pendekatan yang seimbang, memberikan fleksibilitas bagi karyawan untuk mengatur pekerjaan mereka dan tetap membuka ruang kolaborasi secara langsung. Meski demikian, penting untuk diingat bahwa setiap tim atau divisi dalam perusahaan mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda, tergantung pada karakter pekerjaan, klien, dan teknologi yang digunakan.
