Menteri Keuangan Rancang Defisit APBN 2027 1,8-2,4 Persen terhadap PDB
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, mengungkapkan bahwa dirinya merancang desain defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027 pada rentang 1,8 hingga 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Hal ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta.
Optimalisasi Pendapatan Negara
Dalam upaya mencapai target pendapatan negara, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong optimalisasi pendapatan negara melalui perluasan basis penerimaan dan pengolahan sumber daya alam yang lebih baik. Untuk itu, penguatan sistem perpajakan yang adaptif terhadap perubahan struktur ekonomi sangat diperlukan.
Langkah peningkatan kepatuhan wajib pajak dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan analisis big data untuk memperkuat efektivitas pengawasan, memperluas basis perpajakan, dan mengoptimalkan potensi penerimaan negara secara berkesinambungan. Selain itu, insentif fiskal juga diberikan kepada sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi bagi perekonomian.
Belanja Negara yang Produktif
Dari sisi belanja, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas belanja negara melalui efisiensi dan refocusing. Tujuannya adalah agar alokasi anggaran menjadi lebih produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat. Pemerintah juga akan meningkatkan efektivitas belanja pusat dan daerah melalui penguatan sinergi dan harmonisasi antara keduanya.
Dengan target belanja negara sebesar 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB di tahun 2027, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk merumuskan kebijakan fiskal yang seimbang dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
