Kadin Indonesia Bidik Penguatan Kerja Sama dengan Sri Lanka
Jakarta, 23 Juli 2026 – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah mengincar penguatan hubungan perdagangan dan investasi dengan Sri Lanka. Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, Indonesia dan Sri Lanka memiliki hubungan persahabatan yang erat dan berpotensi untuk ditingkatkan.
Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Sri Lanka
Anindya Bakrie menyatakan bahwa kedua negara telah menjalin hubungan yang kuat, baik melalui inisiatif seperti Konferensi Asia-Afrika maupun dari segi hubungan antar-individu. Pertemuan antara Anindya Bakrie dan Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN, Shashikala Premawardhana, membahas potensi kerja sama bisnis di antara keduanya.
Anindya Bakrie menekankan bahwa langkah-langkah kerja sama ini harus berjalan seiring dengan hubungan antar-pemerintah yang sudah terjalin dengan baik. Nilai perdagangan antara Indonesia dan Sri Lanka saat ini sekitar 500-600 juta dolar AS per tahun dan masih memiliki potensi untuk ditingkatkan.
Peningkatan Investasi dan Kerja Sama Bisnis
Selain perdagangan, Anindya Bakrie juga membahas peluang peningkatan investasi antara kedua negara. Ada sejumlah proyek di Sri Lanka yang menarik bagi pelaku usaha Indonesia untuk bekerja sama. Melalui berbagai skema seperti kolaborasi antar-kamar dagang, pembentukan High Level Business Council, dan kemitraan langsung, Indonesia dan Sri Lanka berharap dapat memperluas kerja sama ini.
Duta Besar Sri Lanka, Shashikala Premawardhana, menambahkan bahwa kunjungannya ke Indonesia bertujuan untuk mempererat hubungan bisnis antara kedua negara. Mereka sepakat untuk menghidupkan kembali inisiatif kerja sama yang telah disepakati sebelumnya, seperti pembentukan Indonesia-Sri Lanka Business Council.
Demikianlah upaya Kadin Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi dengan Sri Lanka, dimana kolaborasi antar-negara dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam meningkatkan hubungan bilateral.
