Thailand Tawarkan Kerja Sama Perdagangan Luas kepada Indonesia
Pada Senin, 3 Agustus 2026, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengusulkan skema kerja sama perdagangan yang lebih luas kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Anutin menyatakan kesiapannya untuk menjadi pemasok beras berkualitas tinggi bagi Indonesia dengan imbal balik berupa peningkatan impor pupuk urea dari Indonesia.
Penawaran Kerja Sama Thailand
Anutin menunjukkan minat Thailand dalam meningkatkan kerja sama perdagangan dengan Indonesia di berbagai sektor. Selain sebagai pemasok beras berkualitas tinggi, Thailand juga menawarkan peningkatan kerja sama perdagangan di bidang komoditas pertanian lainnya, seperti daging, susu, dan mesin pertanian. Dalam konteks ini, Thailand mengusulkan peningkatan jumlah impor pupuk urea dari Indonesia hingga ratusan ribu ton per tahun sebagai bagian dari kesepakatan yang saling menguntungkan.
Fokus Kerja Sama Lintas Sektor
Selain kerja sama dalam sektor pangan, Anutin juga menyoroti percepatan kerja sama di sektor perikanan. Thailand berharap agar Indonesia dan Thailand bisa segera menyelesaikan perjanjian bersama untuk memerangi Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing yang telah disampaikan Thailand sejak Desember 2025. Kesepakatan ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor perikanan antara kedua negara.
Dalam konteks pengembangan industri halal, Thailand juga mengusulkan percepatan pembahasan nota kesepahaman mengenai standar halal dan rantai pasok halal regional. Selain itu, Thailand berharap agar kedua negara dapat memperbarui perjanjian saling pengakuan sertifikasi halal yang akan habis masa berlakunya pada November tahun depan.
Di sektor investasi, Anutin menyampaikan bahwa pelaku usaha Thailand semakin melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menjanjikan. Hal ini tercermin dalam ekspansi Bangkok Bank Limited, salah satu bank utama di Thailand, ke Indonesia dengan mengakuisisi bank besar di negara tersebut. Anutin juga mengharapkan dukungan dari Indonesia untuk memastikan perlakuan yang adil dan kemudahan berusaha bagi perusahaan Thailand di Indonesia.
