Mad Madmen, trio rock asal Jakarta, kembali memperkenalkan materi baru berjudul “Tamak” setelah merilis single “Chiang Mai (CNX)” sebagai pembuka album kedua mereka. Dalam lagu ini, bassis dan vokalis Marvin Muhammad mengambil alih sebagai penulis utama, menunjukkan variasi dalam karakter kreatif band ini. Konsep unik mereka mengenai identitas kreatif yang terbagi menjadi tiga karakter yang saling melengkapi memberikan nuansa eksperimental dalam proses kreatif Mad Madmen.
Eksplorasi Karakter Musikal
Gitaris Kalam Mahardhika, bassis Marvin, dan drummer Andika Rahimy menggambarkan tiga karakter yang berbeda namun saling melengkapi dalam proses kreatif mereka. Meskipun lagu “Tamak” ditulis oleh Marvin, yang cenderung terstruktur, band ini menempatkannya dalam kategori chaos, menunjukkan kebebasan eksplorasi karakter yang dimiliki setiap anggota.
Proses Produksi yang Dinamis
Selama proses produksi “Tamak”, band ini mengambil keputusan radikal dengan mengganti seluruh lirik dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia hanya beberapa hari sebelum sesi vokal dimulai. Perubahan ini memberikan nuansa yang lebih tajam dan memberikan dimensi politis yang tidak disengaja dalam lagu tersebut.
Eksplorasi Tanpa Batas Genre
Melalui “Tamak”, Mad Madmen menunjukkan bahwa mereka terus mengembangkan identitas mereka tanpa terikat pada batasan genre tertentu. Dibawah manajemen Amerta Music Project, band ini membuktikan bahwa proses eksplorasi adalah inti dari perjalanan musik mereka, dengan setiap lagu memiliki identitas unik namun tetap mempertahankan ciri khas Mad Madmen.
“Tamak” menjadi contoh terbaru dari evolusi kreatif band ini dan dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital.
Source link