Dongker Rilis Album ‘Melankolia Radikal’ yang Membumi dalam Kesedihan
Kesedihan menjadi pengalaman yang semakin akrab bagi banyak anak muda, terutama dalam kondisi global saat ini. Menurut laporan WHO yang melibatkan hampir 280.000 remaja dari 44 negara, satu dari empat remaja mengaku sering merasa murung. Kondisi mental yang rapuh ini mencerminkan tekanan emosional yang dihadapi generasi muda sehari-hari.
Band Dongker dan Album ‘Melankolia Radikal’
Album kedua dari band punk asal Bandung, Dongker, berjudul ‘Melankolia Radikal’ lahir dari inspirasi akan kesedihan yang melanda banyak orang. Setelah merilis album debut ‘Ceriwis Necis’ dan berkarya produktif, album terbaru ini menjadi simbol dari pertarungan pribadi personel band melawan emosi melankolis yang melingkupi kehidupan sosial.
Proses menuju peluncuran album ‘Melankolia Radikal’ dimulai dengan showcase bertajuk “Melankolia di Kolong” di Taman Skateboard, Bandung. Dari sana, materi yang diperkenalkan berkembang menjadi sebelas lagu yang mengekspresikan kegelisahan, kesedihan, dan melankoli.
Kisah di Balik ‘Melankolia Radikal’
‘Melankolia Radikal’ bukan sekadar judul, melainkan cerminan dari perjalanan emosi personal setiap anggota Dongker. Kesebelas lagu dalam album ini menceritakan berbagai aspek kehidupan, termasuk relasi antarmanusia, keluarga, lingkungan, dan persoalan sosial yang kompleks.
Kolaborasi dengan Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca dan Banda Neira turut memberikan warna baru dalam setiap lagu. Artwork album yang memperhatikan aspek visual menjadi bagian integral dari ‘Melankolia Radikal’, dengan kemunculan maskot baru bernama “Dollar” yang menjadi simbol dari kesedihan yang mendalam.
Bagi Dongker, ‘Melankolia Radikal’ tidak hanya sekadar karya musik, melainkan catatan tentang kondisi personal maupun kolaboratif yang terpatri dalam setiap nada dan lirik lagu. Album ini mencerminkan realitas kehidupan sebagai warga negara Indonesia yang merasakan kegagalan sistim sosial dalam berdiri bersama rakyatnya.
‘Melankolia Radikal’ kini dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming musik digital sebagai ungkapan penuh makna dari Dongker dalam merangkai kisah sedih yang mengakar.
