Anindya Bakrie Ajukan 3 Langkah Perkuat Perdagangan dan Jasa BRICS
Pada BRICS Business Forum 2026 di New Delhi, India, Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia, mengusulkan tiga langkah strategis untuk memperkuat perdagangan dan jasa antarnegara anggota BRICS.
Langkah Pertama: Kemudahan Mobilitas Perusahaan dan Profesional
Anindya mendorong BRICS untuk mempermudah mobilitas perusahaan dan tenaga profesional lintas negara. Usulan ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan konkret dalam dunia usaha dan memberikan solusi spesifik kepada pemerintah masing-masing negara untuk mempercepat transaksi dan investasi.
Ia juga mengusulkan pengembangan BRICS Business Travel Card untuk mendukung mobilitas pelaku usaha, mengoptimalkan pengakuan kualifikasi profesi tertentu, dan mempermudah perjalanan bisnis di antara negara-negara anggota.
Langkah Kedua: Penguatan Sistem Pembayaran Antarnegara
Langkah kedua yang diajukan Anindya adalah menghubungkan dan memperkuat sistem pembayaran antarnegara, khususnya dalam hal pembayaran digital. Ia menyoroti potensi besar dari India, Brasil, dan China dalam pengembangan pembayaran waktu nyata.
Tantangannya adalah menjadikan sistem pembayaran ini dapat terhubung dan digunakan secara efisien untuk transaksi lintas batas, serta memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan tanpa mengabaikan keamanan data dan stabilitas sistem keuangan.
Langkah Ketiga: Investasi pada Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur Pendukung
Langkah terakhir yang diusulkan Anindya adalah meningkatkan investasi pada sumber daya manusia dan infrastruktur yang mendukung perdagangan jasa. Ia menyoroti pentingnya pelatihan pekerja, kolaborasi dengan perguruan tinggi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh UMKM untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Anindya juga menekankan peran New Development Bank dalam pembiayaan jaringan digital, pelatihan, dan infrastruktur pendukung dalam mendukung visi bersama BRICS dalam memperkuat perdagangan dan jasa antarnegara.
