Rutinitas yang padat dapat membuat seseorang terjebak dalam penyesalan masa lalu atau kekhawatiran mengenai masa depan. Dalam kondisi seperti itu, mindfulness dapat menjadi latihan untuk mengembalikan perhatian pada apa yang sedang berlangsung saat ini, sekaligus membantu mengelola kecemasan, stres, dan kelelahan mental.
Dikutip dari Mayo Clinic, mindfulness merupakan bentuk meditasi yang melatih seseorang menyadari pikiran, perasaan, kondisi tubuh, serta lingkungan sekitar tanpa memberikan penilaian. Praktik ini mengajarkan penerimaan terhadap keadaan sebagaimana adanya, sehingga seseorang dapat merespons situasi dengan lebih tenang.
Mindfulness tidak hanya dilakukan ketika kecemasan muncul. Kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari untuk membantu menjaga fokus, ketenangan, dan arah dalam menjalani kegiatan.
Manfaat mindfulness dalam keseharian
Ketika perhatian mudah terpecah, mindfulness membantu mengarahkan kembali fokus sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih baik. Jeda singkat di tengah kesibukan juga dapat membantu mengurangi kelelahan, memulihkan energi, serta mencegah kejenuhan yang berujung pada burnout.
Latihan kesadaran diri juga membuat seseorang lebih cepat mengenali emosi yang sedang muncul. Dengan mengenali perasaan sejak awal, seseorang memiliki kesempatan untuk mengelolanya secara lebih bijak, tetap tenang, dan mengetahui kapan tubuh maupun pikiran membutuhkan istirahat.
Keseimbangan emosional yang terbangun dari kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga suasana hati dan mencegah pikiran terkuras oleh hal-hal negatif. Penerapannya tidak selalu membutuhkan waktu khusus yang panjang karena dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana.
Tujuh cara melatih mindfulness
Menurut Kementerian Kesehatan, beberapa langkah berikut dapat dicoba secara rutin:
1. Memusatkan perhatian. Luangkan waktu untuk mengamati diri dan lingkungan dengan menggunakan kelima indra. Rasakan sentuhan, dengarkan suara, perhatikan pemandangan, cermati aroma, dan nikmati rasa di sekitar secara penuh.
2. Mengatur pernapasan. Saat pikiran negatif muncul, duduklah dengan nyaman dan pejamkan mata. Tarik napas dalam-dalam, lalu embuskan secara perlahan. Arahkan perhatian pada alur napas selama beberapa menit.
3. Menerima diri. Perlakukan diri sendiri dengan kasih sayang, seperti ketika memperlakukan seorang sahabat. Bersikap terbuka terhadap perasaan yang muncul dan berusaha menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana.
4. Menikmati makanan dengan sadar. Hindari makan terburu-buru atau sambil menggunakan gawai. Perhatikan aroma makanan, nikmati setiap gigitan, dan makan dengan penuh perhatian.
5. Menjaga ketenangan saat berkendara. Kemacetan dapat dimanfaatkan untuk melatih kesabaran. Berkendaralah secara perlahan dan hati-hati agar emosi lebih terkendali sekaligus menumbuhkan empati.
6. Menyalurkan kreativitas. Menggambar atau mewarnai dapat memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat dari kejenuhan.
7. Menulis jurnal. Catat pikiran, perasaan, dan emosi yang dialami setiap hari. Menuangkan isi hati melalui tulisan dapat membantu melepaskan emosi yang tertahan dengan cara yang sehat.
