Banyak aplikasi kecerdasan buatan (AI) tersedia di Google Play Store dengan model penggunaan yang beragam, mulai dari gratis, berbayar, hingga freemium. Fungsinya pun semakin luas, seperti merangkum dokumen, mengedit foto, dan membantu mencari ide konten. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemeriksaan terhadap izin akses dan cara aplikasi mengelola data pengguna.
Keamanan setiap aplikasi AI tidak dapat disamaratakan. Masing-masing memiliki izin, praktik penggunaan data, serta pengaturan privasi yang berbeda. Karena itu, pengguna sebaiknya melakukan pemeriksaan sebelum memberikan akses atau memasukkan informasi ke dalam aplikasi.
Periksa izin yang diminta aplikasi
Aplikasi biasanya meminta izin untuk menggunakan kamera, mikrofon, penyimpanan internal, atau fitur lain di perangkat. Pengguna dapat meninjau dan mengubah izin tersebut melalui menu Pengaturan > Aplikasi > Perizinan, meski nama menu dapat berbeda bergantung pada perangkat yang digunakan.
Perhatikan apakah izin yang diminta memang berkaitan dengan fungsi aplikasi. Jika sebuah aplikasi AI meminta terlalu banyak akses yang tidak diperlukan, izin tersebut dapat dicabut. Akses itu bisa diberikan kembali ketika fitur terkait benar-benar dibutuhkan.
Misalnya, izin kamera tidak perlu selalu aktif ketika pengguna hanya memakai ChatGPT atau aplikasi AI lain untuk percakapan berbasis teks. Jika suatu saat kamera diperlukan untuk mengunggah atau mengolah gambar, izin dapat diaktifkan sementara. Langkah serupa dapat diterapkan pada akses mikrofon, kontak, maupun penyimpanan.
Manfaatkan informasi Keamanan Data di Play Store
Google mewajibkan pengembang aplikasi dan game menampilkan informasi mengenai data yang dikumpulkan. Rincian tersebut dapat ditemukan pada halaman aplikasi di Google Play Store, tepatnya di bagian Keamanan Data atau Data safety.
Beberapa informasi yang perlu diperiksa mencakup jenis data yang dikumpulkan, seperti lokasi, foto, dokumen, dan informasi pribadi. Pengguna juga dapat melihat tujuan pengumpulan data, misalnya untuk menjalankan fungsi aplikasi, mengelola akun, atau keperluan analitik.
Selain itu, periksa apakah data dibagikan kepada pihak ketiga, apakah data dienkripsi saat dikirim, serta apakah pengembang menyediakan opsi untuk meminta penghapusan data atau akun. Informasi tersebut sebaiknya dicocokkan dengan fungsi aplikasi. Akses foto mungkin masuk akal untuk aplikasi AI pengedit gambar, sementara akses kontak membutuhkan alasan yang lebih jelas.
Jika menemukan izin yang tidak relevan, pengguna dapat mengubahnya melalui Setelan > Aplikasi > pilih aplikasi AI > Izin.
Kurangi informasi sensitif saat menggunakan AI
Pengguna sebaiknya tidak memasukkan data sensitif secara sembarangan, termasuk nomor identitas, nomor telepon, alamat rumah, nomor rekening, serta informasi pribadi lainnya. Jika layanan mengalami kebocoran data, informasi yang pernah dimasukkan berpotensi ikut tersebar.
Produktivitas tetap dapat dijaga dengan menyamarkan data sebelum mengunggah dokumen atau foto. Bagian seperti nama, nomor rekening, dan nomor telepon dapat diburamkan terlebih dahulu agar aplikasi tetap bisa digunakan tanpa menerima seluruh informasi asli.
Untuk data pendaftaran, gunakan nama samaran apabila aplikasi tidak mewajibkan nama asli. Tanggal lahir dan gender juga dapat disamarkan. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak apabila data akun mengalami peretasan atau tersebar.
