Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan subsidi biaya angkut untuk menyalurkan daging ayam ras dari daerah sentra produksi ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan dan gejolak harga. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga harga tetap dalam batas kewajaran sekaligus memastikan ketersediaan ayam bagi masyarakat dan peternak.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan, subsidi tersebut dapat digunakan untuk membantu daerah yang membutuhkan pasokan dari wilayah lain. Pemerintah akan mengarahkan produksi dari sentra yang mengalami kelebihan pasokan ke daerah dengan ketersediaan ayam yang lebih terbatas.
“Untuk angkutan distribusi, kita bisa subsidi dari Bapanas, supaya penyerapan produksi dari tempat produsen yang lebih, bisa menyebar ke seluruh daerah,” kata Hermawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2026.
Harga ayam ikut menjadi perhatian pemerintah
Rencana subsidi angkutan disiapkan ketika harga daging ayam ras kembali menjadi salah satu perhatian pemerintah. Sepanjang September 2026, komoditas tersebut dilaporkan turut memberikan andil terhadap inflasi nasional.
Kenaikan harga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan, termasuk kebutuhan untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah. Harga pakan ternak juga disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga daging ayam.
Meski demikian, Hermawan menegaskan kenaikan harga belum terjadi secara merata di seluruh wilayah. Sejumlah daerah masih memiliki harga ayam yang relatif murah, sementara tekanan pasokan lebih terasa di kawasan yang tidak memiliki produksi ayam ras memadai.
“Jadi begini, ini ada kebutuhan semakin banyak, mungkin dalam bulan-bulan terakhir terjadi kenaikan, tapi masih harga yang wajar, masih di batasnya, tidak secara keseluruhan. Di daerah pun masih banyak yang murah. Hanya tempat-tempat tertentu saja yang mungkin produsen ayamnya kurang,” ujarnya.
Distribusi dari sentra produksi diperkuat
Menurut Hermawan, tingginya biaya distribusi menjadi salah satu kendala pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan strategis. Persoalan tersebut terutama dihadapi wilayah yang bukan merupakan sentra produksi daging ayam sehingga harus mendatangkan pasokan dari daerah lain.
Jarak pengiriman dan biaya angkutan kemudian menjadi salah satu komponen yang dapat memengaruhi harga ayam di tingkat daerah. Karena itu, Bapanas memperkuat perannya untuk membantu pemerintah daerah yang menghadapi fluktuasi harga, meski tidak memproduksi ayam dalam jumlah besar.
Bapanas memastikan wilayah yang mengalami kekurangan pasokan akan memperoleh suplai dari daerah-daerah produsen. Anggaran untuk mendukung distribusi tersebut masih tersedia, sehingga subsidi biaya angkut dapat digunakan sesuai kebutuhan penyaluran antarwilayah.
Hermawan mengatakan langkah itu juga diharapkan membantu penyerapan produksi di daerah sentra ketika pasokan di wilayah tersebut lebih besar, sekaligus mencegah ketimpangan ketersediaan ayam antarwilayah.
