Permata Bank mencatat laba bersih sebesar Rp3,6 triliun pada tahun 2024 dengan pertumbuhan pendapatan operasional sebelum provisi (PPOP) sebesar 4 persen. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli menyatakan bahwa kesuksesan ini didukung oleh ekosistem kemitraan yang solid dan strategi bisnis berkelanjutan. Kolaborasi dengan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali turut mendukung integrasi jaringan yang luas untuk memfasilitasi transaksi lintas negara. Pada tahun 2024, Permata Bank juga melihat pertumbuhan bisnis yang signifikan dengan rasio Loan-to-Deposit (LDR) meningkat ke 83 persen dan total aset mencapai Rp259 triliun. Pendanaan dari simpanan nasabah mencapai Rp185 triliun dengan rasio CASA 55 persen. Selain itu, penyaluran kredit tumbuh 9 persen secara tahunan, sementara kualitas aset semakin sehat dengan rasio Gross NPL dan Loan at Risk (LAR) membaik. Permata Bank terus menjaga kebutuhan cadangan untuk mengurangi risiko kredit secara konservatif dan mempertahankan rasio permodalan yang kuat. Dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar 35 persen dan 26 persen di akhir tahun 2024, Permata Bank siap mendukung strategi-strategi prioritas di masa depan.
