Pada pembukaan perdagangan hari Kamis, 2 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 26 poin atau 0,33 persen mencapai level 8.070. Menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG berpotensi untuk mengalami rebound pada hari itu jika mampu bertahan di level support 8.000. Hal ini terjadi di tengah variasi kinerja bursa saham Asia-Pasifik pada perdagangan sebelumnya, dimana sebagian besar mengalami penguatan sesuai dengan tren positif di Wall Street. Di Jepang, Bank of Japan (BOJ) merilis hasil survei Tankan kuartal III-2025 yang menunjukkan sentimen bisnis perusahaan Jepang. Meskipun sentimen bisnis manufaktur besar naik menjadi +14 dari sebelumnya +13, hasil tetap di bawah ekspektasi +15. Sementara itu, investor Asia juga menunggu keputusan suku bunga dari Bank Sentral India (RBI), yang dijadwalkan diumumkan malam itu. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,85 persen dan Topix melemah 1,37 persen, sementara Kospi di Korea Selatan menguat 0,91 persen. Pasar di China daratan dan Hong Kong tutup karena libur nasional. FTSE Straits Singapura naik 0,53 persen dan FTSE Malay KLCI menguat 0,56 persen. Support IHSG diperkirakan berada di kisaran 8.000-8.030, sedangkan resisten IHSG di rentang 8.060-8.100.
