Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan tetap fluktuatif namun melemah pada perdagangan hari ini. Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor BI) mencatat kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 16.645 per Kamis, 23 Oktober 2025, mengalami pelemahan 28 poin dari hari sebelumnya di level Rp 16.617 per Rabu, 22 Oktober 2025. Transaksi di pasar spot pada Jumat, 24 Oktober 2025, menunjukkan pergerakan rupiah di level Rp 16.624 per dolar AS, mengalami penguatan 5 poin atau 0,03 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.629 per dolar AS.
Pasar memberikan respons negatif terhadap pernyataan Bank Indonesia (BI) mengenai aliran modal asing yang terus keluar dari Indonesia, yang berdampak pada stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Investasi portofolio net outflows sebesar US$5,26 miliar dari bulan September 2025 hingga 20 Oktober 2025, memaksa Bank Indonesia untuk melakukan intervensi guna stabilisasi nilai tukar Rupiah. Tekanan aliran modal asing tersebut juga menyebabkan cadangan devisa Indonesia terus menurun, dengan posisi cadev Indonesia dari US$157 miliar pada Maret 2025, turun ke level US$149 miliar per September 2025. Outflows yang signifikan seperti pembayaran dividen, repatriasi, dan pinjaman menyebabkan BI harus menggunakan dana cadangan devisa untuk intervensi di pasar, baik pasar DNDF maupun pasar NDF, guna menjaga stabilitas mata uang rupiah yang fluktuatif.
