Band crossover hardcore asal Pontianak, Lemondjin, kembali membuat gebrakan setelah menyelesaikan tur mereka di Malaysia dan Singapura pada pertengahan 2025. Kini mereka membawa kabar menggembirakan: album penuh berjudul “One By One I Face” akan segera dirilis dalam format kaset pita. Setelah lebih dulu meluncur secara digital lewat Karimata Hub, rilisan fisik ini menjadi fase baru dalam perjalanan band yang sejak awal dikenal dekat dengan kultur DIY dan komunitas lintas batas. Proses perilisan kaset ini digarap bersama dua label independen dari dua negara berbeda, Drinkin’ Beer In Bandana Records dari Hungaria dan Pussel Records dari Malaysia. Kerja sama ini bukan hanya soal distribusi, tetapi juga mencerminkan kepercayaan dan persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun melalui panggung kecil, perjalanan panjang, dan komunikasi intens antara komunitas hardcore di berbagai kota. Dukungan dari kedua label tersebut memperlihatkan bagaimana musik keras dari Kalimantan Barat bisa bergerak jauh melampaui titik awalnya. “One By One I Face” berisi sepuluh lagu yang menampilkan karakter Lemondjin secara keseluruhan. Mereka tetap setia dengan kombinasi riff cepat, vokal yang penuh tekanan, dan dinamika drum yang menghantam dari awal hingga akhir. Di sisi lain, lirik-liriknya memotret berbagai situasi yang kerap ditemui anggota band dalam kehidupan sehari-hari: perjuangan bertahan hidup, ikatan pertemanan yang diuji waktu, sampai kegelisahan sosial dan politik yang terasa semakin mencekik. Judul-judul seperti “WITS!”, “Syak Wasangka”, “Genocide Shit!”, hingga “Jiwa Rusuh Pergi dan Menghilang” menunjukkan betapa luas spektrum isu yang mereka sentuh. Menurut Ezfal, bassis Lemondjin, album ini menyimpan bobot emosional yang tak kecil bagi seluruh personel. Ia menyebut karya ini sebagai bentuk nazar dan penghormatan kepada orang-orang terdekat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan band, sekaligus pengalaman yang lahir dari tur lintas negara yang sudah mereka jalani. “Album ini merupakan bentuk nazar kami kepada orang-orang terkasih yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Lemondjin. Sekaligus menjadi oleh-oleh dari tur Malaysia–Singapura kemarin,” ujar Ezfal. Keputusan untuk merilis album dalam format kaset pita juga mencerminkan semangat kemandirian yang diusung oleh Lemondjin. Bagi mereka, kaset bukan hanya sekadar barang nostalgia, tetapi juga medium yang memperkuat hubungan antara band, pendengar, dan komunitas yang telah mendukung mereka sejak awal. Dengan rilis ini, Lemondjin berharap musik mereka dapat menjangkau lebih banyak pendengar di berbagai negara, tanpa melupakan akar yang telah mereka pelihara. Bagi yang ingin mendapatkan kaset “One By One I Face”, pemesanan bisa dilakukan melalui kontak resmi Lemondjin atau dua label yang terlibat. Info lebih lanjut tersedia di kanal email dan media sosial masing-masing: Lemondjin, Drinkin’ Beer In Bandana Records, Pussel Records, serta Aliansi Parabocor sebagai jaringan pendukung di Indonesia.
