Industri multifinance diingatkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat manajemen risiko, mendiversifikasi produk, dan meningkatkan transformasi digital di tahun 2026. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, diperkirakan industri ini akan tetap tumbuh positif. Peluang ekspansi masih ada meskipun penjualan kendaraan baru melambat dan biaya dana meningkat. Untuk menjaga kualitas portofolio dan mempertahankan nasabah, perusahaan pembiayaan harus mencari cara baru. Dalam persaingan yang semakin ketat, multifinance dituntut untuk tidak hanya mendatangkan nasabah baru, tetapi juga mempertahankan pelanggan dengan kinerja pembayaran yang baik.
WOM Finance, sebagai contoh, tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dengan nasabah melalui program WOMbastis. Program ini berlangsung selama 11 bulan dengan harapan dapat memperkuat hubungan baik dan menumbuhkan loyalitas nasabah. Untuk mengikuti undian, nasabah harus memastikan kontrak pembiayaan telah terverifikasi melalui aplikasi Kawan. Berbagai hadiah menarik disiapkan, mulai dari mobil Suzuki Ertiga, sepeda motor, hingga Logam Mulia 5 gram.
Di samping itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) juga tengah mengakselerasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir, penyaluran kredit tersebut sudah mencapai angka Rp 1,3 Triliun. Dengan berbagai upaya seperti ini, diharapkan dapat memperkuat industri multifinance dan terus memberikan layanan yang baik kepada masyarakat.
