Belakangan ini, ada tren perubahan preferensi karier di kalangan anak muda Amerika Serikat. Generasi Z kini lebih tertarik dengan profesi yang dekat dengan gaya hidup miliarder dibandingkan dengan pekerjaan kantoran konvensional. Mereka memilih untuk bekerja sebagai nanny, asisten pribadi, pengelola hunian, atau koki pribadi di rumah-rumah superkaya. Keputusan ini dipengaruhi oleh ketidakstabilan di dunia kerja korporat dan bertambahnya jumlah orang kaya. Seiring dengan meningkatnya jumlah miliarder di seluruh dunia, peluang bagi para pekerja untuk masuk ke industri “private staffing” semakin terbuka lebar. Sementara perusahaan-perusahaan besar melakukan PHK, keluarga-keluarga kaya justru membutuhkan tenaga profesional untuk mengurus rumah tangga mereka. Pekerjaan ini tidak hanya menjanjikan penghasilan yang besar, tetapi juga pengalaman eksklusif, lingkungan kerja yang dinamis, dan kesempatan untuk melihat dunia dengan perspektif yang berbeda. Sebagai contoh, Cassidy O’Hagan, seorang mantan sales di bidang kesehatan, beralih profesi menjadi nanny dan sekarang tinggal di vila pribadi di Maladewa. Meskipun pekerjaan ini menawarkan gaji yang tinggi dan tunjangan yang mewah, namun tuntutan kerja di luar jam kerja yang biasa menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Menurut Brian Daniel, pendiri Celebrity Personal Assistant Network, permintaan dalam industri ini terus meningkat dan gaji yang ditawarkan sulit dipertandingkan dengan pekerjaan korporat konvensional.
