Perkembangan musik di Pekanbaru telah menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun tidak sepopuler kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Yogyakarta dalam industri musik nasional, tetapi scene musik di Pekanbaru tetap hidup dengan pertumbuhan band-band lokal yang berkembang dari ruang latihan, panggung kecil, dan komunitas yang solid. Salah satu contohnya adalah Supersonic Bloom, sebuah band asal Pekanbaru yang baru saja merilis EP terbaru mereka yang berjudul ‘Nila’ ke berbagai platform streaming musik digital.
Supersonic Bloom terdiri dari Afif (vokal), Ferdy (gitar), Duta (gitar), Bobby (bass), dan Sulthan (drum) yang secara konsisten mengembangkan musik mereka dengan menggabungkan genre rock alternatif, shoegaze, punk, dan emo dengan sentuhan personal yang unik. Sebelum merilis EP ‘Nila’, band ini telah memperkenalkan diri melalui dua single, yaitu “Tentang Lara” dan “Menantikan Suasana Tenang”, yang mencerminkan emosi dan karakter mereka.
Dalam EP ‘Nila’, Supersonic Bloom menunjukkan kematangan dan seriusitas dalam musik mereka dengan menempatkan atmosfer dan emosi sebagai fokus utama. Lirik-lirik dalam lagu-lagu mereka berasal dari pengalaman personal para anggota band dan mencerminkan cerita tentang kehilangan dalam berbagai aspek kehidupan. Melalui EP ini, Supersonic Bloom berharap dapat merangkul pendengar dari berbagai kota dan membawa pesan tentang pertumbuhan, kehilangan, dan keberanian untuk terus maju.
Dengan ‘Nila’, Supersonic Bloom tidak hanya berbagi karya musiknya, tetapi juga menerjemahkan kehidupan mereka ke dalam bentuk lagu-lagu yang bisa menginspirasi pendengar di seluruh Indonesia. Semoga EP ini membuka pintu bagi perjalanan musik mereka yang lebih luas dan memberikan dampak positif bagi industri musik lokal.
