Generasi muda saat ini memiliki pandangan yang berbeda dalam mengelola keuangan dan masa depan mereka. Selama beberapa tahun terakhir, trend menabung agresif dan menyiapkan dana pensiun sejak dini telah digantikan oleh pendekatan yang lebih santai yang dikenal sebagai “soft saving”. Konsep ini mendorong Gen Z untuk lebih fokus pada kesejahteraan mental, pengalaman hidup, dan kenyamanan saat ini daripada hanya mengejar kebebasan finansial ekstrem.
Dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti dan biaya hidup yang terus meningkat, soft saving menjadi alternatif yang lebih realistis. Dengan memprioritaskan kualitas hidup sekarang, para anggota Gen Z lebih memilih untuk menyisihkan sebagian kecil penghasilan mereka setelah kebutuhan dasar tercukupi. Hal ini kontras dengan konsep FIRE yang menekankan pengorbanan besar di masa muda demi pensiun lebih awal.
Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar Gen Z lebih memilih kualitas hidup yang lebih baik daripada menabung tambahan uang di tabungan. Mereka juga merasa ragu untuk menetapkan tujuan jangka panjang, terutama terkait dengan pensiun. Selain itu, ketidakpastian global juga memainkan peran penting dalam keputusan finansial mereka.
Meskipun sering dianggap boros, data menunjukkan bahwa sebagian besar Gen Z masih menyisihkan sebagian gaji setiap bulan dan berusaha mematuhi anggaran. Namun, dengan biaya hidup yang semakin tinggi, terutama dalam hal perumahan, menyisihkan uang untuk tabungan menjadi semakin sulit. Soft saving, dengan fokus pada kesejahteraan saat ini, menjadi pilihan yang lebih masuk akal bagi generasi muda saat ini.
