PT PLN mengambil langkah khusus untuk warga terdampak bencana di Sumatera. Perusahaan listrik negara itu menyiapkan listrik gratis selama enam bulan bagi hunian sementara atau huntara yang dibangun untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
PLN Tanggung Instalasi hingga Penerangan Huntara
Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menyebut seluruh kebutuhan dasar kelistrikan di huntara menjadi tanggung jawab PLN. Tidak hanya sambungan listrik, PLN juga menyiapkan instalasi, kWh meter, penerangan jalan umum, serta fasilitas umum di area hunian sementara.
PLN juga menyediakan paket pemasangan baru multiguna tanpa biaya. Di saat yang sama, perusahaan mempercepat pembangunan infrastruktur listrik agar jaringan siap dipakai ketika pembangunan huntara rampung.
Pemulihan Listrik di Sumbar Hampir Tuntas
Untuk wilayah Sumatera Barat, pemulihan kelistrikan disebut sudah selesai sejak 23 Desember 2025. Hingga kini, 99,97 persen desa yang terdampak telah kembali menikmati aliran listrik. Angka itu menunjukkan proses pemulihan berjalan sangat cepat dibandingkan dengan kondisi awal pascabencana.
Aceh dan Sumut Masih Berjuang Pulihkan Jaringan
Berbeda dengan Sumbar, pemulihan di Aceh masih menghadapi hambatan besar. Sekitar 60 desa belum tersambung listrik karena kerusakan infrastruktur transmisi dan akses menuju lokasi yang masih terisolir. Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, membuat proses perbaikan berjalan lebih kompleks.
Sementara itu, di Sumatera Utara tinggal dua desa di Tapanuli Utara yang masih padam. PLN menyebut pemulihan terus dikebut meski kondisi lapangan tidak mudah. Kebijakan listrik gratis untuk huntara ini menjadi bagian dari upaya membantu warga kembali menjalani kehidupan dasar setelah bencana.
