Tepat tiga dekade setelah album pertama HELP berhasil mengumpulkan dana sebanyak £1,2 juta untuk anak-anak yang menjadi korban konflik di Bosnia, War Child sebagai organisasi kemanusiaan mengumumkan rencananya untuk melanjutkan proyek tersebut dengan skala yang lebih besar dan relevan dengan kondisi global saat ini. Album berjudul ‘HELP(2)’ rencananya akan dirilis pada 6 Maret, di tengah situasi global yang memprihatinkan. Saat ini, ada perkiraan sekitar 520 juta anak yang hidup di daerah konflik bersenjata, hampir dua kali lipat dari jumlah yang tercatat pada 1995 ketika HELP pertama kali dirilis.
Grup musik Arctic Monkeys dipercaya sebagai pelopor proyek ini dengan merilis single perdana berjudul “Opening Night”, yang direkam secara khusus untuk HELP(2) di Abbey Road Studios di London. Partisipasi band asal Sheffield ini memberikan kesan bahwa HELP(2) bukan sekadar sebuah kumpulan kenangan, tetapi juga pernyataan musikal yang relevan dengan zaman sekarang.
Arctic Monkeys mengungkapkan bahwa ide kolaborasi ini dimulai dari undangan produser James Ford. Mereka langsung bekerja pada materi lagu dan melakukan proses rekaman di Abbey Road. Band ini menyatakan kebanggaan mereka dapat mendukung pekerjaan War Child dan berharap album ini dapat berdampak positif bagi anak-anak yang terdampak oleh perang.
Produser utama HELP(2), James Ford, yang dikenal karena kerja sama produksinya dengan sejumlah musisi terkenal Inggris, menggarap sebagian besar album ini hanya dalam waktu seminggu. Meski prosesnya singkat, album ini menampilkan sejumlah kolaborator ternama dari musik indie dan musisi saat ini.
Beberapa kolaborasi menarik termasuk Damon Albarn yang bekerja dengan Grian Chatten dan Kae Tempest, serta English Teacher yang berkolaborasi dengan Graham Coxon. Disk ini juga melibatkan Olivia Rodrigo, Pulp, Fontaines D.C., Big Thief, hingga Wet Leg.
Tidak hanya aspek musiknya, HELP(2) juga memiliki dimensi visual yang ditangani oleh sutradara peraih Oscar, Jonathan Glazer, yang dikenal melalui film “The Zone of Interest”. Dengan moto “By Children, For Children”, Glazer dan timnya memberikan kamera kepada anak-anak dan pembuat film di daerah konflik seperti Gaza, Ukraina, Yaman, dan Sudan.
Mereka diminta untuk merekam lingkungan sekitar mereka melalui sudut pandang pribadi agar dapat memberikan dokumentasi yang jujur, personal, dan berbeda dari narasi yang sering kali dibentuk oleh media mainstream. Melalui pendekatan ini, HELP(2) mengangkat suara anak-anak sebagai bukan hanya penerima bantuan, tetapi juga subjek yang memiliki hak untuk menceritakan realitas mereka sendiri.
