Billy Saleh kembali ke dunia musik dengan merilis single terbaru dengan nama panggung Alahad yang berjudul “Jalan nan Buntu”. Lagu ini menandai kemunculan pertama Alahad di tahun 2026 setelah empat tahun tak merilis materi baru. Dalam single ini, Billy memilih untuk berkarya sebagai individu tanpa kolaborasi seperti sebelumnya dengan Shinjoko, sehingga warnanya terasa lebih personal.
“Jalan nan Buntu” tetap mengusung karakteristik musik Alahad yang dikenal: tenang namun memiliki sentuhan getir yang dalam. Komposisi lagu ini dipenuhi dengan notasi yang kadang terdengar aneh, menciptakan nuansa melayang yang halus. Ritme yang stabil dari elemen perkusi seolah menjadi denyut jantung lagu ini, sementara lapisan vokal latar memberikan sentuhan hangat yang mengundang pendengar untuk merenung sejenak.
Secara tema, lagu ini mengisahkan tentang hubungan dua orang yang pada awalnya bermimpi untuk menua bersama. Namun, perbedaan nilai yang tak dapat dipertemukan akhirnya membuat mimpi itu berantakan. Namun, alih-alih dramatis, “Jalan nan Buntu” memilih pendekatan reflektif dengan menggambarkan kedua tokoh yang saling berusaha menerima keputusan tersebut.
Billy ingin lagu ini menjadi ruang untuk berkontemplasi, bukan sekadar tentang patah hati. Ia berharap “Jalan nan Buntu” dapat memberikan kenyamanan bagi pendengar yang merasa terjebak dalam situasi yang serupa, ketika segalanya terasa buntu dan arah ke depan tak lagi jelas. Lagu ini bukan sekadar penambahan daftar rilisan, melainkan sebuah karya yang personal dan mampu menghadirkan kehangatan terutama bagi yang merasa kebingungan di saat sepi.
Alahad merupakan proyek solo Billy Saleh, yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dan penulis lagu di Polka Wars, band rock alternatif. Nama Alahad sendiri diilhami oleh mendiang Ade Paloh dari SORE, yang terinspirasi dari frasa Ibnu Al-Ahad yang berarti Putera Hari Minggu. Nama tersebut mencerminkan kegelisahan Billy terhadap suasana hari Minggu yang sering disamakan dengan refleksi dan kesendirian. Melalui “Jalan nan Buntu”, Alahad semakin meneguhkan identitasnya dan menyajikan musik yang sederhana, namun kaya akan lapisan emosi yang tulus dan dalam.
