Setelah baru saja membeli Bitcoin pertama kali di Indodax, proses yang terlihat mudah dan sederhana membuat Anda senang dan merasa telah menjadi bagian dari sesuatu yang besar. Namun, hal yang perlu dicatat adalah bahwa meskipun saldo Bitcoin Anda muncul di dashboard, Bitcoin itu sendiri belum sepenuhnya dimiliki oleh Anda. Klaim atas Bitcoin tersebut masih dimiliki oleh Indodax, yang juga memegang kunci aksesnya. Oleh karena itu, selama Bitcoin tetap berada di dalam exchange, Anda sepenuhnya mengandalkan keberlangsungan serta kejujuran dari platform tersebut. Untuk para pemula yang baru memulai, mungkin hal ini terdengar berlebihan, namun bagi mereka yang telah lama berkecimpung dalam dunia crypto, ini bukanlah sekedar paranoia tetapi pelajaran berharga yang telah terbukti berkali-kali.
Kisah kolapsnya FTX, exchange crypto terbesar kedua di dunia pada bulan November 2022, bukan karena diretas dari luar, melainkan karena adanya kecurangan internal, menjadi contoh nyata yang memunculkan pertanyaan tentang keamanan aset. Miliaran dolar dana nasabah, termasuk dari investor Indonesia, lenyap dalam hitungan hari. Orang-orang yang menyimpan aset crypto di FTX tidak dapat menarik aset mereka, dan banyak yang bahkan tidak pernah mendapatkannya kembali sedikit pun.
Sebelum mempertimbangkan opsi penyimpanan aset dengan wallet, penting untuk memahami bahwa ada dua jenis utama dari wallet crypto, yaitu hot wallet dan cold wallet. Hot wallet terhubung dengan internet, mencakup exchange wallet yang nyaman digunakan oleh pemula di platform seperti Indodax, Tokocrypto, atau Pintu. Di sisi lain, cold wallet adalah wallet yang tidak pernah terhubung ke internet, seperti hardware wallet yang dirancang untuk menyimpan kunci privat secara offline. Ada juga paper wallet yang kini jarang direkomendasikan karena rentan terhadap kerusakan, kehilangan, serta kesalahan dalam proses penyimpanannya.
Tidak ada wallet yang 100% aman, karena seringkali risiko terbesar dalam menyimpan crypto adalah berasal dari kesalahan manusia. Seed phrase, yang merupakan rangkaian kata kunci untuk memulihkan akses ke wallet, adalah titik rawan yang kerap kali disalahgunakan. Oleh karena itu, penting untuk menyimpan seed phrase secara aman dan menghindari praktik yang dapat meningkatkan risiko kehilangan akses ke aset.
Setiap wallet yang dipilih harus disesuaikan dengan level keamanan yang sesuai dengan nilai aset yang hendak dilindungi, sekaligus memperhitungkan langkah-langkah preventif yang perlu diambil untuk mengurangi risiko kerugian. Bagi pemula, exchange wallet mungkin masih merupakan pilihan yang masuk akal, namun diharapkan untuk memperluas pemahaman dengan langkah berikutnya, seperti penggunaan software wallet non-custodial seperti MetaMask. Sesuai dengan prinsip sederhana, uang yang diperdagangkan secara aktif dapat disimpan dalam exchange wallet, sementara holding jangka panjang sebaiknya dipindahkan ke hardware wallet untuk tingkat keamanan yang lebih tinggi.
