IHSG mulai mencari pijakan baru setelah tekanan sehari sebelumnya. Pada perdagangan Rabu, 22 April 2026, indeks diperkirakan berpeluang menguji area resistance terdekat seiring munculnya sinyal teknikal yang dinilai cukup konstruktif.
Setelah ditutup melemah 0,46% ke level 7.559,38, IHSG disebut telah menutup seluruh area gap di rentang 7.527-7.598. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai terbentuknya candle hammer memberi sinyal bahwa pasar masih menyimpan ruang untuk rebound dan melanjutkan tren naik yang sebelumnya sempat tertahan.
Sinyal Rebound Masih Terbuka
Dalam pandangannya, target terdekat IHSG berikutnya berada di resistance 7.779, sebelum mengarah ke 7.856 bila momentum penguatan berlanjut. Di sisi bawah, area support yang perlu dicermati berada pada 7.488, 7.244, 7.042, dan 6.838. Adapun level resistance lain yang menjadi perhatian pasar berada di 7.856, 8.000, dan 8.111.
Struktur teknikal ini membuat pergerakan IHSG pada sesi berikutnya cukup penting. Selama bertahan di atas area support terdekat, peluang indeks untuk kembali bergerak naik masih terbuka, meski pasar tetap berpotensi bergerak selektif mengikuti sentimen saham-saham unggulan.
Lima Saham yang Masuk Radar
Ivan juga mencermati sejumlah emiten yang dinilai punya peluang bergerak positif hari ini. Saham-saham tersebut adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Kelima saham itu menjadi perhatian karena dinilai memiliki potensi mendukung penguatan pasar secara lebih luas, terutama jika minat beli mulai kembali masuk ke sektor-sektor yang sebelumnya terkoreksi. Rekomendasi ini disampaikan Binaartha Sekuritas melalui analisnya, Ivan Rosanova.
BEI Jaga Kepercayaan Investor
Di luar pergerakan teknikal harian, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memastikan akan terus menjalin komunikasi dengan investor global untuk memperkuat pasar modal Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan pelaku pasar di tengah dinamika yang masih bergerak cepat.
Dengan kombinasi sinyal rebound pada IHSG dan perhatian pada beberapa saham pilihan, pasar tampaknya membuka peluang bagi penguatan lanjutan. Namun, arah berikutnya tetap sangat bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan area support dan menembus resistance yang ada.
