Industri Keuangan Buka Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Tanpa Riwayat Pinjaman Formal
Jakarta, VIVA – Industri keuangan kini memberikan peluang pembiayaan bagi masyarakat yang sebelumnya sulit mendapatkan kredit karena tidak memiliki riwayat pinjaman formal. Langkah ini sejalan dengan upaya industri keuangan untuk memanfaatkan data alternatif guna menjangkau lebih banyak calon debitur.
Pendekatan Analitik Berbasis Data Alternatif
PT Credit Bureau Indonesia (CBI) bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) telah mengembangkan pendekatan analitik berbasis data alternatif untuk mendukung sistem pembiayaan yang lebih inklusif. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan industri akan sistem penilaian kredit yang inklusif namun tetap aman bagi data pengguna.
Pendekatan berbasis data alternatif ini memungkinkan lembaga keuangan untuk menilai kelayakan kredit nasabah secara lebih luas dengan menjaga kehati-hatian dan perlindungan data. Dengan demikian, lembaga pembiayaan dapat menjangkau debitur dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat dengan riwayat kredit formal yang terbatas.
Transformasi Infrastruktur Biro Kredit
Menurut Presiden Direktur Credit Bureau Indonesia, Anton Adiwibowo, CBI tengah membangun generasi berikutnya dari infrastruktur biro kredit di Indonesia yang cepat, andal, dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi digital. Kerja sama dengan IOH mencerminkan tren industri keuangan yang mulai mengandalkan teknologi analitik dan data alternatif untuk meningkatkan kualitas penilaian risiko kredit.
Penilaian kredit menggunakan insight analitik dari data telekomunikasi anonim dan diolah secara agregat dalam kerangka kerja yang aman dan menjaga privasi. CBI menegaskan semua proses dilakukan sesuai regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan ketentuan OJK. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan analisis kredit di berbagai wilayah dan segmen pendapatan yang kurang terlayani dengan pendekatan yang aman dan menjaga privasi.
