Masih Banyak Rumah Tangga Rentan secara Finansial
Pentingnya memiliki dana darurat tampaknya masih belum menjadi prioritas bagi sebagian besar rumah tangga. Saat dihadapkan dengan kebutuhan mendadak, seperti biaya perbaikan kendaraan atau kebutuhan darurat lainnya, banyak masyarakat masih kesulitan karena kurangnya tabungan cadangan.
Tingkat Ketahanan Keuangan Masyarakat Masih Rendah
Survei terbaru di Inggris mengungkapkan bahwa ketahanan keuangan masyarakat masih rendah, di mana sebagian besar orang belum siap menghadapi guncangan biaya tak terduga. Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 10 persen orang dewasa tidak memiliki tabungan, membuat mereka sangat rentan ketika menghadapi situasi darurat.
Selain itu, sekitar 50 persen responden yang mengungkapkan kondisi keuangan mereka memiliki tabungan kurang dari enam bulan biaya hidup, sementara sekitar 30 persen hanya memiliki dana darurat untuk kurang dari tiga bulan kebutuhan dasar. Para ahli keuangan menyarankan agar masyarakat memiliki dana darurat setidaknya untuk menutup biaya hidup selama tiga hingga enam bulan untuk menghadapi kehilangan pendapatan atau pengeluaran mendadak.
Kondisi yang Mengkhawatirkan
Data survei menunjukkan bahwa banyak orang belum mampu mencapai standar tersebut. Ketika ditanya bagaimana mereka akan membayar biaya tak terduga sebesar £500 atau sekitar Rp11.500.000, sekitar 15 persen responden akan menggunakan tabungan yang mudah diakses, 43 persen mengandalkan rekening utama, dan 31 persen menggunakan kartu kredit.
Saat dihadapkan dengan biaya yang lebih besar, seperti £5.000 atau sekitar Rp115.000.000, sekitar 25 persen responden mengaku tidak tahu bagaimana cara menutup biaya tersebut. Bahkan pada nominal yang lebih tinggi, sebanyak 38 persen responden tidak tahu cara membayar biaya sebesar £10.000 atau sekitar Rp230.000.000, dan hampir setengahnya kebingungan jika menghadapi biaya di atas £20.000 atau sekitar Rp460.000.000.
Ketidakpastian ini menunjukkan masih lemahnya perencanaan keuangan rumah tangga dalam menghadapi situasi darurat. Seorang kepala divisi pinjaman dan tabungan dari lembaga yang melakukan survei menekankan pentingnya memiliki dana darurat, meskipun kecil, untuk membantu mengatasi pengeluaran mendadak tanpa bergantung pada pinjaman.
