Kemajuan AI Menimbulkan Kekhawatiran Bagi Generasi Muda
Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menimbulkan kekhawatiran terkait hilangnya jutaan pekerjaan, terutama bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja. Namun, sejumlah ekonom mengungkapkan bahwa skenario tersebut belum terlihat dalam data ketenagakerjaan saat ini.
Optimisme Pasar Tenaga Kerja
Selama tahun 2025, naiknya tingkat pengangguran di kalangan pekerja muda sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa AI mulai mengambil alih pekerjaan tingkat pemula. Meskipun demikian, sejumlah analis berpendapat bahwa narasi tersebut belum terbukti.
Andrew Husby, seorang ekonom senior Amerika Serikat di BNP Paribas, memperkirakan penurunan tingkat pengangguran nasional menjadi 4,1 persen pada tahun mendatang dari posisi saat ini sebesar 4,3 persen. Husby menegaskan bahwa pekerja muda juga tetap memiliki peluang di pasar tenaga kerja.
Situasi Pengangguran Pekerja Muda
Data dari Federal Reserve Bank of St. Louis menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pekerja berusia 24 tahun ke bawah mencapai 9,5 persen pada April 2026. Meskipun masih tinggi, angka tersebut menurun dari periode paruh kedua 2025 yang mencapai di atas 10 persen.
Husby menyatakan bahwa lonjakan pengangguran sebelumnya lebih dipicu oleh faktor ekonomi dan bukan karena AI. Dengan membaiknya situasi ekonomi, terlihat dari rekor tertinggi indeks saham utama Amerika Serikat, dukungan terhadap lapangan kerja di sektor-s
yang sensitif memperkuat keyakinan akan peningkatan lapangan pekerjaan.
Menurut Husby, angka pengangguran muda masih relatif rendah jika dibandingkan dengan standar historis, mendekati batas terendah dalam rentang yang terlihat sejak tahun 1950-an. Meskipun ada kemungkinan kenaikan angka pengangguran selama musim tertentu, secara keseluruhan, prospek pasar kerja dinilai positif.
Dampak AI pada Pekerja Muda
Menanggapi kekhawatiran terkait dampak AI pada pekerja muda, Husby membantah anggapan bahwa generasi ini akan terdampak paling besar. Meskipun permintaan untuk insinyur perangkat lunak mungkin lebih rendah, jumlah pekerja usia 16 hingga 24 tahun di bidang tersebut hanya kurang dari 1 persen dari total pekerja.
