Penguatan Rupiah Menuju Kisaran Rp17.500 per Dolar AS: Ekonom Beberkan 3 Fondasi Penting
Pasca tekanan yang signifikan beberapa bulan terakhir, rupiah kini menunjukkan tanda-tanda penguatan yang cukup menjanjikan. Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak menuju kisaran Rp17.450 hingga Rp17.650 per dolar AS dengan kecenderungan menguat. Bahkan, diprediksi bahwa rupiah dapat mencapai kisaran Rp17.500 per dolar AS dalam waktu dekat.
Kisaran Penguatan Rupiah dan Keyakinan Pasar
Fakhrul menjelaskan bahwa sentimen pasar saat ini sudah mulai membaik terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Hal ini didorong oleh keyakinan pasar terhadap langkah-langkah yang diambil otoritas ekonomi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan memulihkan kepercayaan investor. Penguatan rupiah tidak hanya bersifat jangka pendek, namun juga terdapat indikasi bahwa perbaikan ekspektasi terhadap kebijakan ekonomi Indonesia telah turut menopang penguatan tersebut.
3 Fondasi Penting Penguatan Rupiah
Menurut Fakhrul, terdapat tiga faktor utama yang menjadi fondasi penguatan rupiah saat ini. Pertama, komitmen kuat otoritas moneter terhadap stabilitas nilai tukar melalui kenaikan suku bunga secara kumulatif sebesar 75 basis poin. Kedua, penyesuaian harga BBM terutama Pertamax yang memperbaiki persepsi pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia. Dan ketiga, efisiensi dan penyesuaian anggaran program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis, yang menjadi sinyal bahwa disiplin fiskal kembali menjadi prioritas.
Respons pasar terhadap langkah-langkah tersebut juga terlihat signifikan. Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar kedua di Asia setelah won Korea Selatan dalam beberapa pekan terakhir. Dengan adanya fondasi yang kuat ini, harapan untuk penguatan nilai tukar rupiah menuju kisaran Rp17.500 per dolar AS semakin meningkat.
