BTN dan BPS Saling Mendukung Program 3 Juta Rumah
Jakarta, VIVA – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus memperkuat dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah dengan menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Kolaborasi ini bertujuan untuk memanfaatkan data statistik nasional, termasuk Data By Name By Address (BNBA).
Menurut Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran pembiayaan perumahan, memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah, serta mendukung penyusunan kebijakan perumahan nasional yang lebih berbasis data.
Sektor Perumahan sebagai Motor Penggerak Ekonomi Nasional
Nixon menegaskan bahwa sektor perumahan merupakan salah satu motor penggerak perekonomian nasional dan memiliki efek positif terhadap lebih dari 185 subsektor ekonomi. Namun, Indonesia masih menghadapi backlog kepemilikan rumah sekitar 9,9 juta unit dengan kebutuhan rumah baru mencapai 700 ribu hingga 800 ribu unit setiap tahun. Oleh karena itu, pembiayaan yang tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan Program 3 Juta Rumah.
Memanfaatkan Data untuk Pembiayaan yang Tepat Sasaran
Nixon menjelaskan bahwa data yang baik mengenai siapa yang belum memiliki rumah, tingkat penghasilan, dan demografi masyarakat sangat diperlukan. Dengan data yang akurat, pembiayaan perumahan bisa menjadi lebih tepat sasaran. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara BTN dan BPS, keduanya sepakat untuk saling berbagi data statistik dan BNBA selama lima tahun ke depan.
BTN akan memanfaatkan data tersebut untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan perumahan masyarakat berdasarkan lokasi, karakteristik sosial ekonomi, kemampuan beli, dan potensi permintaan pembiayaan di berbagai wilayah. Sarana seperti Sensus Ekonomi 2026 juga akan digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik aktivitas usaha di berbagai wilayah yang mendukung sektor perumahan.
Nixon menekankan bahwa kebutuhan akan data berkualitas semakin penting dalam pengambilan keputusan di industri perbankan. Pengolahan data yang tepat dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dan relevan.
