Lomba Sihir Merilis Single Terbaru “Di Seberang”
Lomba Sihir kembali membuka ruang perenungan melalui single terbaru bertajuk “Di Seberang” yang resmi dirilis di seluruh platform musik digital pada 15 Juli 2026 melalui Sun Eater. Lagu ini menjadi pengantar menuju album ‘Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi’ yang dijadwalkan meluncur pada 4 September mendatang, sekaligus memperluas narasi dari album kedua mereka, ‘Obrolan Jam 3 Pagi’ (2025).
Ruang Kosong Setelah Kehilangan Dalam Lagu “Di Seberang”
Di balik aransemen rock alternatif yang bergemuruh, “Di Seberang” mengangkat pertanyaan yang jarang diucapkan secara terbuka: bagaimana seseorang melanjutkan hidup ketika orang yang dicintai telah tiada?
Ditulis secara kolektif oleh Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, dan Baskara Putra (Hindia), lagu ini memperlihatkan bagaimana Lomba Sihir kembali mengolah tema-tema yang sangat manusiawi menjadi karya yang terasa intim. Produksi musik dikerjakan sendiri oleh para personel, dengan tambahan permainan bas dari Rishanda Singgih sebagai musisi tamu.
Proses Kreatif dan Kesederhanaan Lirik dalam “Di Seberang”
Proses kreatifnya pun berlangsung cukup kolektif. Lagu ini mulai dikerjakan beberapa bulan setelah ‘Obrolan Jam 3 Pagi’ dirilis. Baskara Putra menjelaskan bahwa seluruh personel lebih dulu menyepakati tema yang ingin diangkat sebelum mengembangkan komposisi musik, melodi vokal, hingga lirik.
Kekuatan “Di Seberang” juga terletak pada cara liriknya ditulis. Tidak ada kalimat yang dipaksakan untuk terdengar dramatis. Justru kesederhanaannya membuat emosi terasa lebih nyata. Pendengar diberi kesempatan untuk mengisi ruang-ruang kosong dalam cerita itu dengan pengalaman pribadi mereka, sehingga lagu ini terasa sangat personal.
Rayhan Noor menyebut bahwa Lomba Sihir memang selalu ingin memiliki ruang eksplorasi yang luas. “Kami selalu membayangkan Lomba Sihir punya spektrum yang luas. Kami bisa memainkan lagu seperti ‘Andai Saja’ atau ‘Ya Mau Gimana’, bisa juga terasa riang seperti ‘Ribuan Memori’ atau ‘Selamanya’. Lagu ini memang lebih kotor, lebih keras, tapi tetap melankolis.
Keputusan memilih “Di Seberang” sebagai single pertama dari ‘Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi’ juga bukan tanpa alasan. Natasha Udu mengungkapkan bahwa setelah album kedua selesai, mereka merasa masih ada banyak cerita yang belum selesai disampaikan.
Lewat “Di Seberang”, Lomba Sihir kembali menunjukkan kepiawaian mereka merangkai pengalaman yang terasa personal menjadi cerita yang mudah dipahami banyak orang. Lagu ini mengajak pendengar memberi ruang bagi rasa kehilangan, menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan, lalu perlahan menemukan kekuatan untuk melanjutkan langkah.
