Apa Manfaat Diet Gula Bagi Kesehatan Menurut Penelitian?
Jakarta (ANTARA) – Diet gula menjadi salah satu pola makan yang semakin banyak diterapkan untuk menjaga kesehatan. Namun, diet gula bukan berarti menghilangkan seluruh asupan gula, melainkan membatasi konsumsi gula tambahan agar tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Yang dianjurkan adalah membatasi konsumsi gula bebas (free sugars) atau gula tambahan yang terdapat pada makanan dan minuman olahan. WHO merekomendasikan asupan gula bebas tidak lebih dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian, bahkan di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram per hari dinilai dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.
Manfaat Diet Gula untuk Kesehatan
Diet gula umumnya dilakukan dengan mengurangi konsumsi minuman berpemanis, makanan penutup, permen, kue, dan produk olahan yang mengandung gula tambahan. Sebagai gantinya, seseorang dianjurkan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sumber protein sehat sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Berikut sejumlah manfaat diet gula bagi kesehatan yang didukung berbagai penelitian:
- Membantu menjaga berat badan
- Menurunkan risiko diabetes tipe 2
- Menjaga kesehatan jantung
- Mengurangi risiko gigi berlubang
- Membuat energi lebih stabil
- Mendukung kesehatan kulit
- Membantu membentuk pola makan yang lebih sehat
Para ahli menegaskan bahwa diet gula bukan berarti menghilangkan seluruh jenis gula dari makanan. Gula alami yang terdapat pada buah, sayuran, susu, dan sumber karbohidrat utuh tetap menjadi bagian dari pola makan sehat karena disertai vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lainnya. Yang perlu dibatasi adalah gula tambahan pada makanan dan minuman olahan.
Dengan menerapkan diet gula secara tepat, masyarakat dapat memperoleh berbagai manfaat kesehatan, mulai dari menjaga berat badan hingga menurunkan risiko penyakit kronis. Namun, perubahan pola makan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan diimbangi dengan aktivitas fisik rutin serta konsumsi makanan bergizi seimbang.
