Rupiah Masih Fluktuatif, Diprediksi Bergerak pada Perdagangan Hari Ini
Pada hari Rabu, 22 Juli 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih diprediksi akan bergerak fluktuatif di pasar. Menurut data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor BI), pada hari Selasa, 21 Juli 2026, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.909. Hal ini menunjukkan penguatan sebesar 67 poin dari hari sebelumnya.
Sementara itu, pada perdagangan hari Rabu, 22 Juli 2026 hingga pukul 09.01 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp 17.931 per dolar AS. Meskipun sempat menguat, namun posisi tersebut kembali melemah sebesar 43 poin atau 0,24 persen dari hari sebelumnya.
Sentimen Kenaikan Suku Bunga BI Mempengaruhi Pergerakan Rupiah
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa sentimen pergerakan rupiah saat ini dipengaruhi oleh antisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada hari Rabu, 22 Juli 2026.
Sejak kenaikan suku bunga BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) pada bulan Mei 2026, rupiah terus mengalami pelemahan meskipun sempat menembus level Rp 18.000 per dolar AS pada awal Juni. Namun, setelah keputusan peningkatan BI-Rate, rupiah kembali bergerak di bawah level Rp 18 ribu per dolar AS secara bertahap.
Pengaruh Kondisi Fiskal Indonesia terhadap Nilai Tukar Rupiah
Penguatan rupiah pada perdagangan sebelumnya diyakini dipengaruhi oleh meredanya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia. Pemerintah melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Juni 2026.
Selain itu, proyeksi defisit APBN Indonesia yang dipertahankan di bawah batas 3 persen dari PDB turut memberikan dorongan terhadap nilai tukar rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal yang terkendali dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Sumber: VIVA.co.id
