Indonesia Impor Bawang Putih 229,76 Ribu Ton dari China dan India
Pada periode Januari-Juni 2026, Indonesia telah mengimpor bawang putih sebanyak 229,76 ribu ton, yang 98 persennya berasal dari China dan sisanya dari India. Angka ini mengalami lonjakan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu 2025 yang hanya sebesar 178,89 ribu ton.
Impor yang Membantu Menurunkan Harga Di Pasaran
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa impor dan pasokan bawang putih dari luar negeri telah membantu menurunkan harga bawang putih di pasaran. Meskipun demikian, harga bawang putih masih berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp 38.000 per kg. Rata-rata harga bawang putih secara nasional turun namun masih di atas HAP, yakni sekitar Rp 39.924 per kilogram.
Amalia juga menambahkan bahwa jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH) bawang putih telah menurun. Dari sebelumnya 248 kabupaten/kota, saat ini hanya ada 50 kabupaten/kota yang masih mengalami kenaikan harga bawang putih.
Kondisi Terkendali Namun Masih Perlu Perhatian
Walaupun ketersediaan stok bawang putih saat ini sudah relatif terkendali, terdapat beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian. Contohnya, Kabupaten Tanah Datar dengan harga 5,26 persen di atas HAP, Kapuas Hulu sebesar Rp 50.000 per kg, dan Kabupaten Manokwari Selatan sebesar Rp 63.750 per kg.
Sementara itu, impor bawang putih secara kumulatif sudah cukup banyak. Amalia menyatakan bahwa kondisi saat ini sudah lebih baik dan perlu penanganan yang lebih spesifik terutama untuk wilayah-wilayah yang masih mengalami kenaikan harga bawang putih.
