Dampak Kebakaran Hutan bagi Lingkungan yang Sering Luput dari Perhatian
Jakarta (ANTARA) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. Di Kalimantan, pemerintah memperkuat operasi penanganan karhutla setelah peningkatan titik panas di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, disertai laporan kabut asap dan berkurangnya jarak pandang di sejumlah daerah. Pemerintah juga mengerahkan dukungan pemadaman darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran.
Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
Persoalan serupa juga terjadi di Sumatra. Pada Senin (24/8), Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan penanganan karhutla di Riau setelah sebelumnya pemerintah memprioritaskan pengendalian kebakaran di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebakaran hutan bukan sekadar persoalan munculnya api dan asap. Ketika hutan atau lahan terbakar, dampaknya dapat menjalar ke berbagai bagian lingkungan, bahkan tetap terasa setelah api berhasil dipadamkan.
Dampak Kebakaran Hutan bagi Lingkungan
1. Habitat Satwa Ikut Hilang
Kebakaran hutan secara langsung menghancurkan tempat hidup berbagai jenis satwa. Pohon, semak, tanaman bawah, hingga sumber makanan dapat ikut terbakar sehingga ekosistem yang sebelumnya menjadi tempat berlindung dan mencari makan menjadi rusak.
2. Tanah Kehilangan Kesuburannya
Selama ini, dampak kebakaran sering lebih mudah dikaitkan dengan asap dan kerusakan pohon. Padahal, tanah juga menjadi salah satu bagian lingkungan yang terdampak.
3. Tata Air di Suatu Wilayah Bisa Terganggu
Hutan bukan hanya kumpulan pohon. Kawasan hutan juga memiliki peran penting dalam mengatur siklus air.
4. Sungai dan Sumber Air Dapat Tercemar
Dampak kebakaran juga bisa bergerak dari daratan menuju perairan.
5. Kualitas Udara Menurun
Dampak yang paling mudah dirasakan dari karhutla tentu saja asap. Namun, persoalannya bukan sekadar udara menjadi berbau atau jarak pandang berkurang.
6. Karbon yang Tersimpan di Hutan Dilepaskan ke Atmosfer
Hutan menyimpan karbon dalam berbagai bentuk, mulai dari pepohonan hingga bahan organik di dalam tanah. Ketika hutan terbakar, sebagian karbon tersebut dilepaskan ke atmosfer dalam bentuk emisi.
7. Proses Pemulihan Ekosistem Bisa Memakan Waktu Lama
Api memang dapat dipadamkan dalam hitungan jam atau hari. Namun, bukan berarti lingkungan langsung kembali seperti sebelumnya.
8. Keanekaragaman Hayati Bisa Menurun
Kebakaran tidak selalu menghabiskan seluruh spesies yang berada di dalam hutan. Namun, perubahan habitat akibat kebakaran dapat membuat sejumlah jenis tumbuhan dan satwa kehilangan kondisi lingkungan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.
9. Risiko Erosi dan Kerusakan Lahan Meningkat
Tutupan vegetasi berfungsi membantu melindungi permukaan tanah. Ketika vegetasi hilang akibat kebakaran, tanah menjadi lebih terbuka.
