Bandara Soetta dan Bandara Lainnya Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Jakarta, VIVA – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia mengumumkan bahwa penutupan sementara aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) telah diperpanjang hingga tengah malam hari ini.
Status penutupan tersebut juga berlaku untuk beberapa bandara lain yang terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penutupan Selama 5 Hari dan Berdampak pada Beberapa Bandara
Menurut EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, penutupan sementara aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, serta bandara lainnya diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB hari ini.
Penutupan Bandara Soetta dan bandara lainnya disebabkan oleh dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan NOTAM A3355/26 (NOTAMR A3351/26). Penutupan telah berlaku sejak pukul 18.00 WIB pada 6 September 2026.
Di antara bandara lain yang terdampak adalah Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), Husein Sastranegara (WICC), Pondok Cabe (WIHP), Budiarto (WIRR), Radin Inten II (WILL), Pagar Alam (WIPY), dan Taufik Kiemas (WILP).
Penutupan Diperbarui dan Dipantau Secara Terus-Menerus
Pembaruan status NOTAM dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan. Bandara Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Budiarto, Pagar Alam, dan Taufik Kiemas juga diperbarui melalui NOTAM masing-masing.
AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk memastikan keselamatan penerbangan. Koordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan juga terus dilakukan untuk menyampaikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
Meskipun aktivitas Gunung Anak Krakatau menurun, tetap ada potensi erupsi susulan yang harus diwaspadai. Hingga saat ini, Gubernur Banten menyatakan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan masyarakat diminta untuk tetap tenang.
