Menteri Perdagangan Memastikan Harga dan Pasokan Barang Pokok Stabil di Daerah Terdampak Erupsi GAK
Pemerintah melalui Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa harga barang pokok di daerah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) telah dipastikan stabil. Selain itu, pasokan barang pokok juga aman.
Perlindungan Pasokan dan Harga di Seluruh Indonesia
Budi menjelaskan bahwa kepastian mengenai harga bahan pokok diperoleh melalui sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok (SP2KP) di seluruh Indonesia. “Karena kan SP2KP itu di semua kabupaten kota. Jadi kalau kita lihat, sebenarnya harganya stabil,” kata Budi di Jakarta.
Busan, sapaan akrab Budi, juga menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan terus memantau perubahan harga yang terjadi di berbagai kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk di daerah yang mengalami bencana. Hal ini dilakukan untuk mencegah terhambatnya jalur distribusi dan lonjakan harga barang kebutuhan pokok akibat bencana.
Stabilitas Harga dan Penyesuaian Harga Acuan
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, harga barang kebutuhan pokok di daerah terdampak GAK masih dalam kondisi aman dan belum menunjukkan adanya gejolak di pasar. Meskipun demikian, terjadi fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti telur dan ayam ras.
Menurut Budi, pemerintah tidak hanya mengendalikan lonjakan harga di tingkat konsumen, tetapi juga menjaga agar harga di tingkat produsen tidak anjlok. Contohnya, harga acuan penjualan (HAP) untuk telur ayam ras dan daging ayam ras telah diatur untuk menghindari kerugian peternak.
Saat ini, harga rata-rata nasional telur ayam ras sebesar Rp26.600 per kilogram. Budi menekankan pentingnya penyesuaian menuju harga acuan demi keberlanjutan produksi peternak. “Pemerintah itu mengintervensi, tidak hanya harga yang naik saja, tapi harga yang turun. Jangan sampai membuat si produsen, gulung tikar,” ujar Budi.
Sumber: VIVA
