GIFT membuka babak baru dengan mengumumkan album ketiga mereka, Frenzy For the Thrill. Kuartet psych-rock asal Brooklyn itu menjadwalkan perilisan album pada 15 Januari 2027 melalui Captured Tracks, sekaligus memperkenalkan single pembuka “Hand to the Flame” beserta video musiknya.
Album ini menjadi rilisan kedua GIFT bersama Captured Tracks setelah Illuminator pada 2024. Sebelumnya, grup tersebut merilis album debut Momentary Presence pada 2022 melalui Dedstrange. “Hand to the Flame” kini menjadi gambaran awal mengenai arah musikal dan gagasan yang akan dikembangkan dalam Frenzy For the Thrill.
Menjaga diri di tengah proses kreatif
GIFT saat ini diperkuat TJ Freda pada vokal dan gitar, Jessica Gurewitz serta Justin Hrabovsky sebagai pemain multi-instrumen, Gabe Camarano pada drum, dan Kallan Campbell pada bass. Dalam pengerjaan album baru tersebut, Freda berkolaborasi dengan produser elektronik Teddy Mars untuk memproduksi seluruh materi.
Menurut Freda, proses pembuatan Frenzy For the Thrill berangkat dari upaya menyeimbangkan kehidupan sebagai musisi dengan kebutuhan untuk tetap mempertahankan jati diri. Proses kreatif, bagi GIFT, tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan karya, tetapi juga dengan cara para anggotanya menjalani kehidupan di luar musik.
“Pembuatan ‘Frenzy For the Thrill’ adalah usaha untuk menemukan keseimbangan antara hidup sebagai seniman dan tetap menjaga diri kita sendiri di dalamnya,” ujar Freda dalam pernyataan resmi mengenai album tersebut.
Gagasan itu kemudian meluas menjadi refleksi tentang pencarian makna dan keinginan manusia untuk memperoleh kepastian. Freda mengatakan GIFT terus mencari resolusi, meski kehidupan tidak selalu memberikan jawaban yang jelas. Bagi mereka, proses pencarian tetap memiliki daya tarik, bahkan ketika hasil akhirnya belum tentu sesuai dengan harapan.
“Kita selalu mencari jawaban yang pasti, tetapi kenyataan hidup tidak selalu seperti itu. ‘Frenzy For the Thrill’ adalah tentang menikmati proses pencarian itu, meskipun kita sadar bahwa mungkin tidak akan menemukan jawaban di ujungnya. Ini adalah suara saat kita berani melangkah ke dalam ketidakpastian,” katanya.
Single tentang hasrat dan risiko
Gagasan tersebut tercermin dalam “Hand to the Flame”, lagu yang membahas dorongan untuk mempertahankan gairah dan hal-hal yang membuat seseorang merasa hidup ketika dunia di sekitarnya berada dalam kekacauan. Freda menggambarkan lagu itu melalui sosok yang terus mengejar sesuatu meski sudah mengetahui bahwa pilihan tersebut berpotensi menimbulkan rasa sakit.
Sosok tersebut mengulangi tindakan yang sama dengan harapan hasilnya kali ini akan berbeda, walaupun pengalaman sebelumnya telah menunjukkan pola yang serupa. “Hand to the Flame” juga memandang proses pengejaran itu sebagai sesuatu yang memiliki sisi romantis. Kemungkinan terluka tidak selalu cukup untuk menghentikan hasrat, sebab perjalanan menuju sesuatu menjadi bagian penting dari pengalaman itu sendiri.
“‘Hand to the Flame’ adalah tentang mempertahankan hasrat dan hal-hal yang menjadikan kita manusia di tengah dunia yang sedang runtuh,” ungkap Freda.
Video musik yang menyertai perilisan single tersebut memperkuat suasana lagu sekaligus menjadi pengantar menuju album penuh GIFT. Grup ini juga telah menyiapkan sejumlah jadwal tur untuk mendukung Frenzy For the Thrill, sementara rincian pertunjukannya akan diumumkan dalam rangkaian agenda mendatang.
