Megpie menandai langkah menuju EP mendatang dengan merilis “Snow and Outlaw” pada 18 September 2026. Single ini menjadi satu-satunya rilisan pengantar sebelum EP In Any Which Way diluncurkan pada Oktober 2026.
Kisah tentang kembali tanpa menghapus masa lalu
Band indie-rock/alternative asal Jakarta itu membangun “Snow and Outlaw” dari kisah dua orang yang berusaha menemukan jalan kembali setelah hubungan mereka melewati berbagai pengalaman yang mengubah kedekatan di antara keduanya. Lagu ini tidak menempatkan masa lalu sebagai sesuatu yang bisa dihapus begitu saja. Kebohongan, luka, ketakutan, dan waktu yang sempat memisahkan mereka tetap dibawa ke dalam cerita.
Keinginan untuk memulihkan hubungan tersebut tercermin melalui lirik, “Can I find you back to the place where we’d go?” dan “I know it’s hard to be ourselves again”. Sementara itu, pengulangan frasa “never again” tidak semata-mata berbicara tentang janji untuk menghindari kesalahan yang sama.
Bagi Megpie, frasa tersebut berkaitan dengan keberanian untuk tidak terus hidup dalam ketakutan akibat pengalaman yang menyakitkan. Waktu, kebenaran, dan luka dipandang sebagai bagian dari perjalanan sebuah hubungan. Setelah melewatinya, masih ada keinginan untuk berhenti membiarkan pengalaman itu menjadi jarak bagi dua orang yang hendak saling menemukan kembali.
Gambaran yang lebih sederhana muncul lewat potongan lirik “grab a can from the grocery”. Alih-alih menghadirkan pertemuan kembali dalam suasana dramatis, Megpie memilih momen kecil: dua orang kembali berhubungan, membeli minuman, lalu menghabiskan waktu bersama. Bagi mereka, kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari bersama seseorang sudah dapat menjadi tanda bahwa hubungan tersebut masih memiliki ruang untuk tumbuh.
Bergerak dari dream pop menuju garage
Secara musikal, “Snow and Outlaw” memperlihatkan perubahan dari karya-karya Megpie sebelumnya. Jika rilisan terdahulu lebih dekat dengan nuansa dream pop dan shoegaze, single ini bergerak menuju suara garage yang lebih mentah. Meski begitu, melodi manis, karakter indie-pop, dan unsur youthful yang selama ini melekat pada Megpie tetap dipertahankan.
The Pains of Being Pure at Heart menjadi salah satu referensi utama dalam proses penciptaan lagu. Megpie mengambil atmosfer dari band tersebut, lalu mengolahnya melalui karakter garage yang lebih dominan. Pengaruh musik yang mereka dengarkan sehari-hari juga akan terasa dalam materi EP mendatang.
Megpie tidak memulai proses kreatif dengan keharusan untuk terdengar sepenuhnya berbeda. Mereka berupaya membuat musik yang memang ingin mereka dengarkan, sembari menghindari hasil yang terlalu menyerupai satu band tertentu.
Artwork terinspirasi The Depreciation Guild
Pendekatan serupa diterapkan pada artwork “Snow and Outlaw”. Visual single ini terinspirasi dari artwork album In Her Gentle Jaws milik The Depreciation Guild. Untuk merealisasikan reinterpretasi tersebut, Megpie menghubungi Christoph Hochheim, gitaris The Pains of Being Pure at Heart sekaligus The Depreciation Guild, guna memperkenalkan lagu dan konsep visual mereka serta meminta izin.
Hochheim disebut memberikan respons yang suportif dan mewakili kedua band tersebut tanpa mempermasalahkan konsep yang diajukan Megpie.
Dirilis secara independen, “Snow and Outlaw” kini tersedia di berbagai platform streaming digital. Lagu ini menjadi pembuka menuju In Any Which Way, EP berisi tiga lagu yang dijadwalkan hadir pada Oktober 2026. EP itu akan melanjutkan eksplorasi Megpie dalam indie-rock melalui permainan melodi yang lebih kuat, repetisi khas genre tersebut, sedikit sentuhan musik arcade, serta penggunaan instrumen organik.
Megpie dibentuk di Jakarta pada 2018. Sebelum merilis single terbaru ini, mereka telah meluncurkan “Itch” dan “Yesteryear”, yang keduanya dirilis pada 2020.
