Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa pemerintah membutuhkan upaya keras untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 yang sebesar 5,2-5,8 persen. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, di mana Sri Mulyani menyebut bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, diperlukan upaya yang sangat keras. Selain itu, defisit dalam APBN 2026 sebesar 2,48-2,58 persen juga dianggap cukup besar, sehingga pemerintah akan menjaga defisit APBN sekitar 2,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk indikator lain seperti inflasi, nilai tukar Rupiah, dan suku bunga SBN 10 tahun juga telah ditetapkan dalam APBN 2026. Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa pendapatan negara tahun 2026 memiliki target minimal berada di kisaran 11,71 persen terhadap PDB, dengan persetujuan dari Komisi XI DPR. Semua hal ini akan disusun dalam RAPBN dan nota keuangan yang akan disampaikan oleh Presiden pada tanggal 16 Agustus 2025.
