Petani di Indonesia menjadi subjek utama pembangunan pangan nasional – itu yang disuarakan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti. Menurut Azis, petani harus ditempatkan sebagai subjek utama bukan hanya sebagai pelaksana program atau penerima bantuan. Petani harus memiliki hak yang jelas atas tanah mereka, memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan usaha tanaman, dan mendapatkan posisi yang kuat di pasar. Azis mengingatkan bahwa peningkatan produksi pangan tanpa perlindungan terhadap petani hanya akan membuat sistem pangan menjadi rapuh. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2023-2025 menunjukkan peran strategis Jawa Tengah dalam mendukung produksi pangan nasional. Produktivitas padi di Jawa Tengah meningkat, tetapi mempertahankan keberlanjutan lahan pertanian menjadi tantangan besar. Azis menegaskan bahwa kebijakan pangan harus sejalan dengan reforma agraria yang adil dan berkeadilan. Agenda ketahanan pangan juga harus terintegrasi dengan mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan. Diversifikasi pangan dan penguatan sektor hortikultura bukan hanya aksesori, tetapi strategi mutlak dalam menjaga pendapatan petani dan pasokan pangan yang berkelanjutan.
