Kesehatan sistem pencernaan dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup sehari-hari yang dianut seseorang. Salah satu gangguan pencernaan yang rentan terjadi akibat kebiasaan buruk tersebut adalah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). GERD adalah gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung atau cairan perut lainnya naik kembali ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar di dada. Gejala GERD dapat mirip dengan gangguan pencernaan lainnya seperti gastritis atau tukak lambung, namun salah satu ciri khasnya adalah sensasi asam atau pahit di mulut akibat naiknya isi lambung.
Beberapa gejala umum GERD termasuk regurgitasi, sensasi terbakar di dada, sakit perut bagian atas, mual, sulit menelan, batuk kronis, dan lainnya. Penyebab utama GERD adalah penurunan fungsi otot sfingter esofagus bagian bawah (LES) yang berperan sebagai katup penutup antara kerongkongan dan lambung. Faktor risiko GERD termasuk obesitas, kehamilan, hernia hiatal, merokok, dan kebiasaan buruk lainnya seperti makan berlebihan, mengonsumsi makanan pedas atau berlemak, serta minuman berkafein.
Meskipun GERD dikenal lebih sering menyerang orang tua, studi terbaru menunjukkan bahwa remaja dan kelompok usia 15-27 tahun memiliki risiko tinggi terkena kondisi ini. Pencegahan GERD dapat dilakukan dengan merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti mengatur pola makan, menghindari pencetus asam lambung, dan berhenti merokok. Selain itu, pengobatan dengan resep dokter juga dapat membantu menetralkan asam lambung. Jaga kesehatan saluran pencernaan Anda dengan gaya hidup sehat dan perhatikan gejala GERD untuk menghindari komplikasi yang lebih serius.
